Epilepsi lobus temporal adalah kejang yang hanya berasal dari lobus temporal. Epilepsi lobus temporal dibagi menjadi epilepsi lobus temporal medial dan epilepsi lobus temporal lateral, dengan epilepsi lobus temporal medial sebagai yang paling umum. Manifestasi klinisnya adalah: sebagian besar kejang didahului oleh aura, atau bahkan hanya oleh kejang aura. Aura yang umum terjadi adalah rasa gas perut yang meningkat, panik, takut, dan melihat lingkungan sekitar menjadi sangat familiar (déjà vu) atau asing (keanehan). Hal ini diikuti dengan perasaan linglung dan ketidakmampuan untuk merespons panggilan. Hal ini dapat disertai dengan gerakan tangan seperti meraba-raba dan menggenggam dengan satu tangan atau dengan kedua tangan; gerakan orofaring, termasuk menelan dan mengeluarkan air liur. Seluruh proses biasanya tenang dan berlangsung kurang dari satu menit. Serangan ini biasanya diikuti dengan rasa kantuk. Sejumlah kecil pasien dapat mengalami kejang grand mal (pingsan, kehilangan kesadaran, kedutan pada anggota tubuh) akibat kejang. Gejala epilepsi lobus ekstratemporal serupa, dengan aura pendengaran yang mendominasi di antara aura. Diagnosis epilepsi lobus temporal memerlukan EEG, MRI dan PET sebagai tambahan dari gejala-gejala yang ada untuk memastikannya.