Definisi Peradangan payudara non-laktasi adalah sekelompok kondisi peradangan non-spesifik yang terjadi pada wanita selama periode tidak menyusui. Manifestasi klinisnya meliputi benjolan payudara, inversi puting, keluarnya cairan dari puting dan abses payudara, dan bahkan terbentuknya fistula periampula atau saluran sinus. Mereka terutama mencakup dilatasi saluran susu/mastitis periduktal (MDE/PDM) dan mastitis lobular granulomatosa (GLM). Onsetnya dapat mempengaruhi wanita dewasa dari segala usia. Etiologi Teori Obstruksi Puting yang terbalik dan saluran susu yang tersumbat menyebabkan penyumbatan sekresi, yang menyebabkan peradangan aseptik yang diikuti oleh infeksi bakteri yang mengarah pada perkembangan penyakit. Teori Infeksi Berbagai infeksi bakteri seperti enterococci, streptokokus anaerob, brucella, mikobakteri, dan lain-lain telah dilaporkan menyebabkan penyakit ini. Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara mastitis granulomatosa dan infeksi Mycobacterium bovis. Merokok Literatur di luar negeri menunjukkan bahwa perokok berat berkaitan erat dengan kejadian, perkembangan dan kekambuhan MDE/PDM, tetapi mekanismenya tidak jelas. Faktor-faktor lain Beberapa ahli berpendapat bahwa GLM berhubungan dengan faktor autoimun, penggunaan kontrasepsi, hiperprolaktinemia, dan reaksi inflamasi yang disebabkan oleh trauma. Manifestasi utama GLM adalah pembengkakan dan nyeri payudara atau keluarnya cairan dari puting. Rasa nyeri tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Keluarnya cairan dari puting susu sering terputus-putus, sebagian besar unilateral, dapat terjadi pada beberapa saluran, cairan yang keluar dapat berupa cairan serosa, putih, atau seperti keju. Jenis benjolan Manifestasi utama dari jenis penyakit ini pada kunjungan pertama, benjolan sebagian besar terletak di sekitar areola, datar atau nodular, dan dapat disertai dengan inversi puting. Abses terbentuk akibat infeksi akut yang berasal dari lesi kronis, dan pada kasus yang parah dapat disertai dengan kemerahan lokal, pembengkakan, rasa terbakar, dan nyeri, tetapi gejala sistemik jarang terjadi. Fistula Jarang terjadi abses yang pecah sendiri atau drainase setelah terbentuknya fistula atau saluran sinus.