Bagaimana kejang wajah didiagnosis dan jenis tes apa yang diperlukan

  Dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya insiden berbagai penyakit neurologis dan munculnya penyakit baru, profesi medis akan menghadapi babak baru tantangan dan terobosan. Miastenia wajah adalah kondisi bedah saraf yang umum terjadi pada orang dewasa di atas 40 tahun, dan umumnya lebih umum terjadi pada wanita daripada pria.  Apa manifestasi utama dari kejang wajah, bagaimana cara mendiagnosisnya dan tes apa yang diperlukan?  Gejala awal miastenia wajah adalah kelopak mata yang bergetar, yang membuatnya mudah untuk mengasosiasikannya dengan pepatah rakyat yang mengatakan “keberuntungan melompat dari mata kiri, bencana dari mata kanan”. Jika fluttering telah berlangsung selama lebih dari 3 bulan, penting untuk mewaspadai terjadinya miastenia wajah dan mencari diagnosis lebih lanjut sesegera mungkin. Selain kelopak mata yang bergetar, miospasme wajah menjadi semakin parah dan kemudian berpindah ke sudut mulut dan, dalam kasus yang parah, ke leher. Pasien mungkin juga memiliki akses ke teknologi pencitraan CT atau MRI, yang dapat memberikan dasar yang akurat untuk pengobatan.  Menurut informasi, faktor penyebab utama kejang wajah adalah kompresi akar saraf (saraf wajah yang keluar dari area batang otak) oleh pembuluh darah di sekitarnya. Berdasarkan prinsip ini, kompresi akar saraf wajah oleh pembuluh darah dapat dihilangkan dan pasien dapat disembuhkan dari kejang wajah. Dekompresi mikrovaskuler sekarang menjadi prosedur standar dalam pengobatan kejang wajah. Ini secara efektif mendekompresi pembuluh darah yang relevan dari akar saraf wajah tanpa mengganggu fungsi saraf wajah.