Kejang wajah adalah kontraksi tonik atau kejang klonik yang tidak nyeri, intermiten, tidak disengaja, dan tidak teratur pada otot-otot wajah dalam persarafan saraf wajah yang sama. Gejala-gejala ini diperparah oleh emosi atau stres dan dapat secara serius mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan pasien. Patogenesis kejang wajah masih belum jelas, tetapi ada dua hipotesis utama dalam komunitas akademis: 1. Hipotesis “korsleting” menunjukkan bahwa saraf wajah dikompresi oleh pembuluh darah di zona keluar akar (REZ), yang mengakibatkan kerusakan selubung mielin saraf dan paparan serabut saraf. “Teori sentral menunjukkan bahwa kompresi jangka panjang saraf wajah oleh microvessels menyebabkan demielinasi saraf wajah, yang mengakibatkan peningkatan rangsangan nukleus accumbens wajah dan pembentukan sinapsis abnormal di antara neuron motorik wajah, yang menyebabkan impuls abnormal yang akan dikeluarkan.