Kriteria diagnostik ACR saat ini untuk skleroderma memiliki sensitivitas hanya 34%, dan sebagian besar pasien yang didiagnosis berdasarkan kriteria ini telah memiliki keterlibatan viseral yang signifikan (misalnya fibrosis paru) dan tidak mendapatkan pengobatan yang optimal. Diagnosis dan pengobatan dini skleroderma adalah kunci untuk meningkatkan prognosisnya, sehingga EULAR Scleroderma Trial and Research Group (EUSTAR) mengusulkan ide diagnostik dan kriteria diagnostik “skleroderma tahap sangat dini”, yaitu “3 tanda bahaya” dan “2 tes”. “Diagnosis dibagi menjadi dua tahap. 1. Tahap kecurigaan Jika pasien memiliki tiga manifestasi fenomena Raynaud, pembengkakan jari, dan antibodi antinuklear (ANA) positif, “skleroderma tahap sangat dini” harus sangat dicurigai. Ketiga tanda ini dikenal sebagai “3 tanda bahaya”. Tahap diagnostik Pasien di atas akan menjalani mikroskop kapiler lebih lanjut dan tes antibodi spesifik skleroderma (antibodi anti-Scl-70 dan antibodi anti-titik fokus), dan mereka yang memiliki hasil positif akan didiagnosis dengan “skleroderma sistemik yang sangat dini”. Tes-tes ini dikenal sebagai “2 tes”.