Tenosinovitis ibu jari secara klinis dikenal sebagai tenosinovitis stenosis radial, yang disebabkan oleh hiperfleksi ibu jari yang kronis dan gesekan berulang pada otot ekstensor ibu jari yang panjang dan otot ekstensor ibu jari yang pendek di dalam selubung tendon, yang menyebabkan peradangan pada area selubung tendon dan reaksi inflamasi seperti kemerahan pada kulit setempat, bengkak, panas dan nyeri. Penyakit ini paling sering terlihat pada pekerja kerah putih, akuntan, penata rambut, kasir, dan orang lain dengan ketegangan tangan yang berat yang perlu menekan keyboard dalam jangka waktu lama. Pasien dapat diringankan dengan manifestasi klinis dan pemeriksaan berikut, bersama dengan pengobatan yang relevan: I. Manifestasi klinis: Manifestasi patologis tenosinovitis pada ibu jari juga akan muncul di pergelangan tangan selain di area ibu jari, yang secara khusus dimanifestasikan sebagai rasa sakit saat beraktivitas, yang dapat hilang setelah istirahat, dan nyeri tekanan lokal di bawah tekanan Hal ini dimanifestasikan oleh rasa sakit saat bergerak, yang berkurang dengan istirahat, dan tekanan lokal pada kompresi. Jika tidak ditangani dalam waktu yang lama, pembengkakan dan kelemahan pada pergelangan tangan dan ibu jari juga dapat terjadi. Nodul biasanya ditemukan di area subkutan pergelangan tangan, menonjol dari permukaan kulit, dan mungkin berwarna merah dan bengkak secara lokal; 2. Nodul biasanya ditemukan di area subkutan pergelangan tangan, menonjol dari permukaan kulit, dan mungkin berwarna merah dan bengkak secara lokal. Jika terdapat rasa sakit pada pergelangan tangan, tes ini positif, menunjukkan adanya tenosinovitis pada ibu jari; 4. Lain-lain: Pemeriksaan sinar-X dan MRI dapat membantu memperjelas luasnya lesi, tetapi pada umumnya tidak diperlukan. Pengobatan: 1. Pengobatan suportif: Pasien harus menghindari aktivitas tangan yang berlebihan, seperti mengetik dan pekerjaan rumah tangga, dan jika perlu, lakukan imobilisasi penyangga; 2. Pengobatan farmakologis: Pasien dengan kasus ringan dapat menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid seperti celecoxib dan etoricoxib untuk meredakan nyeri. Emulsi dietilamida diklofenak sering digunakan bersama dengan ini ketika aktivitas dibatasi. Obat glukokortikoid seperti hidrokortison asetat juga dapat diberikan secara intratekal untuk menghilangkan peradangan dan edema. 3. Fisioterapi: Pada fase akut, kompres es dapat digunakan untuk membatasi penyebaran peradangan dan untuk analgesia. Pada tahap kronis, kompres panas dan fisioterapi inframerah dapat diterapkan untuk meningkatkan sirkulasi darah dan membantu peradangan diserap. 4 . Pengobatan TCM: fisioterapi dan akupunktur dalam pengobatan Tiongkok juga dapat memiliki efek tertentu pada pengobatan penyakit ini. 5 . Perawatan bedah: jika metode di atas tidak berhasil, perawatan pelepasan bedah dapat dilakukan. Tindakan pencegahan: Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus memperhatikan untuk tidak menggunakan tangan secara berlebihan untuk menghindari kejengkelan atau kambuhnya penyakit. Anda juga dapat merendam tangan Anda dalam air hangat secara teratur untuk membantu menghilangkan rasa lelah.