Dapatkah kriteria ultrasonografi untuk stenosis karotis menentukan derajat stenosis?

  Menurut data yang relevan, dalam beberapa tahun terakhir, infark serebral telah menjadi ancaman serius bagi harapan hidup manusia. 60% infark serebral klinis disebabkan oleh stenosis karotis, oleh karena itu, deteksi dini dan tepat waktu gejala stenosis karotis dan pembongkaran pembuluh darah yang tepat waktu melalui pembedahan untuk memastikan kelancaran aliran darah dapat mencegah infark serebral dengan baik.  Bagaimana cara mengetahui apakah Anda menderita stenosis karotis Plak aterosklerotik adalah faktor penting dalam stenosis karotis. Ketika plak ini bertambah besar atau pecah, plak ini dapat menyebabkan penyempitan atau emboli di arteri karotis, yang mengakibatkan infark serebral. Pasien biasanya mengalami gejala iskemik pada tahap awal, seperti pusing, pingsan, insomnia dan hilang ingatan. Apabila terjadi stroke iskemik, defisit neurologis yang parah, seperti hemiplegia dan afasia, bisa tetap ada. Kondisi ini pada umumnya lebih mungkin terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia, sehingga mereka perlu ekstra waspada dan waspada.  Stenosis arteri karotis tidak dapat didiagnosis secara klinis hanya dari gejalanya saja. Tingkat stenosis arteri karotis tidak dapat dilihat dengan jelas oleh mata telanjang, sehingga diperlukan beberapa teknik pencitraan medis. Dapatkah stenosis arteri karotis ditentukan dengan kriteria USG? Secara umum, ketebalan plak dan kecepatan aliran arteri karotis dapat ditentukan dengan USG. Pasien harus diperingatkan ketika ketebalan plak melebihi 1 mm dan kecepatan aliran arteri karotis melebihi 100. DSA adalah standar emas untuk diagnosis stenosis arteri karotis, karena DSA memberikan gambaran yang jelas tentang lokasi, luas dan derajat stenosis serta pembentukan cabang samping, dan dapat secara akurat menentukan sifat lesi.  Dianjurkan agar pasien menjalani DSA untuk memastikan diagnosis. Endarterektomi karotis adalah teknik canggih dan terbukti sangat efektif dalam pengobatan stenosis karotis.