Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidaksuburan

  Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berhubungan seks tanpa kontrasepsi selama lebih dari 12 bulan dan masih belum hamil dianggap sebagai infertilitas. Infertilitas pria didasarkan pada manifestasi klinis.  Hal ini dapat dibagi menjadi infertilitas absolut dan infertilitas relatif.  Faktor-faktor yang mempengaruhi: 1. Mempengaruhi fungsi testis, yang menyebabkan gangguan sperma, seperti: kriptorkismus, sindrom Crohn, tumor hipofisis, varikokel, faktor lingkungan, dll… Kriptorkismus, atau keturunan testis yang tidak sempurna, adalah penyebab umum infertilitas pria. Kondisi ini dapat bermanifestasi sebagai azoospermia, oligospermia, oligozoospermia, dan menyebabkan kemandulan. Testis kriptorkismus yang terletak di dalam perut rentan terhadap kanker dan harus diberi prioritas tinggi.  Varikokel sebagian besar terjadi pada masa remaja dan dewasa muda, dengan prevalensi 10-15% dan hingga 40% pada pria yang tidak subur, di mana 70-80% di antaranya merupakan akibat sekunder dari ketidaksuburan.  Gaya hidup: pakaian, seperti pakaian ketat; makanan, seperti hobi yang buruk, tembakau dan alkohol; aktivitas yang buruk, seperti sauna.  Penyebab lain dari ketidaksuburan pria meliputi: penyumbatan vas deferens, infeksi pada saluran genital pria, faktor imunologis, dll.