Gairah seksual dapat dicapai melalui rangsangan sensorik tertentu, rangsangan visual, rangsangan pendengaran, dan reaksi psikologis, dan rumah sakit biasanya memiliki lingkungan khusus untuk memfasilitasi pengambilan sperma. Sperma juga dapat diperoleh dengan cara mencapai ejakulasi melalui alat pengambil sperma. Namun, hal ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Aktivitas ejakulasi normal pada pria terdiri dari tiga proses fisiologis, yaitu ejakulasi (ekskresi air mani ke dalam uretra posterior), ejakulasi (keluarnya sejumlah air mani dari uretra posterior ke luar tubuh melalui lubang uretra eksternal) dan penutupan uretra internal (penutupan lubang uretra pada saat yang sama dengan ejakulasi untuk mencegah air mani mengalir kembali ke dalam kandung kemih). Ini adalah stimulasi pusat kortikal otak melalui imajinasi pikiran, pendengaran, penciuman, penglihatan, pengecapan, sentuhan, dan rangsangan lainnya, yang menginervasi jaringan yang relevan melalui konduksi saraf. Penyakit tertentu dapat mempengaruhi fungsi seksual pria. Sebagai contoh: 1. Diabetes: gangguan metabolisme dan lesi degeneratif yang dihasilkan oleh diabetes secara terus-menerus merusak saraf perifer, saraf otonom, dan pembuluh darah kecil, yang menyebabkan disfungsi seksual. 2. Penyakit kardiovaskular: termasuk aterosklerosis, stenosis arteri, dan hipertensi. Pasokan darah yang tidak memadai ke jaringan dari pembuluh arteri adalah penyebab langsungnya.3, gagal ginjal kronis: mempengaruhi sintesis hormon steroid pria dan gangguan produksi sperma.4, gangguan kejiwaan: disfungsi seksual, beberapa obat terapeutik juga berdampak pada fungsi seksual.