Kepadatan sperma pria normal harus di atas 4000 per mililiter, jika kepadatannya di bawah 2000, itu adalah oligospermia. Oligospermia adalah fenomena klinis yang umum terjadi. Penyebab oligospermia masih belum jelas, dan tes kepadatan sperma rentan terhadap kesalahan. Diagnosis oligozoospermia memerlukan serangkaian tes laboratorium, termasuk tes hormon reproduksi, tes infeksi saluran urogenital prostat, dan tes pembuluh darah korda spermatika.