Fibrosis hati tetap tinggi pada pasien dengan hepatitis B kronis

Hepatitis B kronis (CHB) dapat menyebabkan sirosis, karsinoma hepatoseluler, dan kematian dini. Peningkatan kadar alanin aminotransferase (ALT) ≥ batas atas dari batas atas standar (ULN) adalah penentu utama dalam penilaian terapi antivirus, tetapi kadar ALT saja tidak dapat menjadi prediktor fibrosis hati. Namun, tidak ada bukti konklusif tentang bagaimana fibrosis hati pada pasien dengan hepatitis B kronis ketika ALT mereka normal. Para peneliti dari Universitas Stanford melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis tentang hal ini. Studi ini menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima pasien dengan hepatitis B kronis yang memiliki ALT ≤ 40 IU/L mungkin memiliki fibrosis hati yang signifikan. Temuan ini akan dipublikasikan dalam Aliment Pharmacol Ther edisi Februari 2014. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan proporsi pasien dengan hepatitis B kronis dengan ALT ≤ 40 IU/L dan stadium fibrosis hati ≥ 2. Tujuan sekunder termasuk analisis subkelompok berdasarkan indikator berikut. Indikator-indikator ini dicari oleh para peneliti hepatitis B dalam literatur yang termasuk dalam EMBASE dan MEDLINE (Januari 1990-Juni 2012). Rumus pencariannya adalah “Hepatitis B” [istilah subjek] ATAU “Virus hepatitis B” [istilah subjek] ATAU “Hepatitis B, kronis” [istilah subjek] )DAN “alanine aminotransferase” [istilah subjek]). Abstrak dari konferensi terbaru tentang gastroenterologi dan jaringan hati yang diadakan di Amerika Serikat juga dicari, dan yang mengandung istilah “hepatitis” juga disertakan dalam penelitian ini. Sebanyak sembilan penelitian dimasukkan dalam meta-analisis ini (n = 830 kasus). Proporsi pasien dengan hepatitis B kronis yang mengalami fibrosis signifikan ketika kadar ALT mereka ≤ 40 IU/L adalah 20,7%. Persentase ini tidak tergantung pada faktor-faktor berikut. Status HBeAg, kadar DNA HBV yang tinggi, ras, atau usia, meskipun proporsi ini mungkin lebih tinggi pada pasien yang berusia di atas 30-40 tahun. Bahkan dengan menggunakan kriteria ULN yang baru (30 IU/L (laki-laki) dan 19 IU/L (perempuan)), proporsinya adalah 27,8 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa sekitar satu dari lima pasien dengan hepatitis B kronis dengan ALT ≤ 40 IU/L mungkin memiliki fibrosis hati yang signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dokter harus melakukan individualisasi pengobatan terhadap pasien-pasien tersebut, yang memerlukan penilaian lebih lanjut mengenai kondisi dan pengobatannya. e status antigen (HBeAg), kadar DNA virus hepatitis B (HBV) yang tinggi, etnis Asia, ULN yang rendah ≤ 30 IU/L (laki-laki) dan 19 IU/L (perempuan) dan usia lanjut.