Pencegahan dan pengobatan virus Zika

Virus Zika adalah arbovirus yang bersifat endemik, dan pada bulan Februari 2014, kasus infeksi Zika pertama kali terdeteksi di Chili di Pulau Paskah. Wabah kini telah dilaporkan di 24 negara dan wilayah, 22 di antaranya di Amerika, dan saat ini sedang dilaporkan di beberapa negara Eropa, dengan kecenderungan menyebar secara global.  Presentasi klinis Masa inkubasi (waktu dari paparan hingga timbulnya gejala) untuk penyakit virus Zika tidak diketahui dan mungkin beberapa hari. Gejala khas termasuk onset akut demam ringan, ruam makulopapular, nyeri sendi (terutama melibatkan sendi kecil tangan dan kaki), konjungtivitis, dan gejala lain termasuk mialgia, sakit kepala, nyeri orbital dan kelemahan. Gejala langka lainnya termasuk nyeri perut, mual, muntah, ulkus mukosa dan kulit gatal. Gejalanya biasanya ringan, berlangsung kurang dari seminggu dan biasanya tidak memerlukan rawat inap.  Diagnosis Infeksi virus Zika didiagnosis berdasarkan gejala dan riwayat epidemiologi (misalnya, gigitan nyamuk, atau perjalanan ke daerah yang diketahui memiliki virus Zika). Diagnosis dengan metode serologis mungkin sulit karena virus Zika bereaksi silang dengan flavivirus lain seperti demam berdarah, virus West Nile dan demam kuning. Reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) dan isolasi virus dalam kultur darah dapat memastikan diagnosis. Diagnosis dapat dibuat dengan mendeteksi RNA virus Zika positif dalam serum perifer dalam waktu 7 hari onset, tetapi hasil negatif di luar jendela positif tidak mengecualikan infeksi karena jendela kepositifan RT-PCR yang relatif singkat (3-7 hari), yaitu periode singkat viremia.  Aspirin tidak dianjurkan untuk pengobatan antipiretik simtomatik, asetaminofen dapat digunakan. Mikrosefali pasti memiliki efek pada pertumbuhan dan perkembangan, efek pastinya harus diamati lebih lanjut.  Pencegahan Vaksin saat ini sedang dalam pengembangan dan tidak ada produk yang aman tersedia. Mengurangi sumber infeksi virus Zika (menghilangkan dan memodifikasi tempat perkembangbiakan) dan mengurangi kontak nyamuk-manusia dapat mengurangi kejadian infeksi. Ada juga kemungkinan penularan darah dan hasil tes terbaru menunjukkan adanya virus hidup dalam cairan tubuh, tetapi tidak ada dasar yang pasti untuk penularan. Langkah-langkah berikut ini direkomendasikan: 1. gunakan obat nyamuk; 2. kenakan pakaian yang menutupi tubuh sebanyak mungkin, sebaiknya dengan warna terang; 3. gunakan penghalang fisik seperti kasa, pintu dan jendela yang tertutup rapat; tidurlah di bawah kelambu; 4. penting juga untuk mengosongkan, membersihkan atau menutup wadah yang mungkin menampung air seperti ember, pot bunga atau ban mobil untuk menghilangkan lingkungan di mana nyamuk dapat berkembang biak.