I. Riwayat Penyakit 1. Sebelum melakukan pemeriksaan lainnya, dokter akan menanyakan riwayat penyakit untuk mendapatkan pemahaman umum mengenai penyakit ini. Riwayat umumnya meliputi: riwayat vertigo, paparan obat ototoksik, paparan bising, infeksi akut dan kronis sistemik, riwayat otologis, riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga, riwayat pemakaian alat bantu dengar, gangguan pendengaran pada anak, riwayat kehamilan ibu, riwayat kelahiran, riwayat pertumbuhan anak, riwayat perkembangan bicara. Selain itu, dokter akan menanyakan tentang kemampuan bicara dan bahasa Anda (misalnya, kejelasan artikulasi, pemahaman, ekspresi, dll.) dan keinginan Anda untuk meningkatkan komunikasi. Pemeriksaan Telinga Termasuk daun telinga, saluran pendengaran eksternal, dan membran timpani. Audiologi dan pemeriksaan fungsi vestibular 1. Audiometri nada murni: Termasuk ambang batas konduksi udara dan konduksi tulang; anak usia 6 tahun ke bawah dapat menggunakan audiometri perilaku pediatrik, yang meliputi observasi perilaku, audiometri penguatan visual, dan audiometri permainan. Impedansi akustik: termasuk timpanogram dan refleks stapedial. Potensi yang ditimbulkan oleh pendengaran: termasuk ABR, potensi yang berhubungan dengan peristiwa pendengaran 40 Hz atau auditory steady state response (ASSR), dan potensi mikrofonik rumah siput. Emisi otoakustik: Emisi otoakustik produk yang menyimpang atau emisi otoakustik yang ditimbulkan secara sementara. 5, audiometri bicara: dapat dibagi menjadi tingkat pengenalan suara dan tes ambang batas pengenalan suara, sesuai dengan usia pasien dan tingkat kognitif bicara untuk memilih bahan tes bicara terbuka dan / atau tertutup yang sesuai. 6. Evaluasi efek alat bantu dengar: tes ambang batas alat bantu dengar dan / atau tes pengenalan suara setelah pemasangan alat bantu dengar yang optimal. 7. Tes fungsi vestibular (bagi mereka yang memiliki riwayat vertigo dan dapat bekerja sama dengan tes ini). 8, tes stimulasi listrik jubah drum (jika perlu). Pencitraan medis 1, CT 2, MRI