Bagaimana cara mendapatkan hasil maksimal dari alat bantu dengar saya?

Bahkan dengan alat bantu dengar atau implan rumah siput yang paling tepat sekalipun, anak mungkin masih mengalami kesulitan mendengar di lingkungan tertentu. Kebisingan, jarak, getaran, dan jarak pandang yang buruk, semuanya dapat menyebabkan masalah bagi seorang anak. Saran-saran berikut ini dapat membantu orang tua dan orang lain untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mungkin dialami oleh anak-anak yang mempunyai gangguan pendengaran di rumah, di supermarket, di taman, atau di taman bermain. 1. Kurangi kebisingan Cobalah untuk mengurangi jumlah kebisingan eksternal sebanyak mungkin. Misalnya, matikan TV atau radio ketika berbicara dengan anak Anda. Menjauhlah dari sumber kebisingan seperti anak-anak lain, kipas angin, AC, amplifier, dan kebisingan lalu lintas. Anak Anda dapat mendengar Anda dengan sangat jelas ketika Anda berada tidak lebih dari satu meter darinya atau ketika Anda menggunakan sistem FM, yang meningkatkan kejernihan ucapan di lingkungan yang bising. Ketahuilah bahwa di ruangan yang besar tanpa karpet, gorden, dan perabotan yang lembut, pendengaran anak Anda mungkin akan lebih sulit karena getaran. 2. Pastikan jarak pandang Berhati-hatilah untuk memastikan bahwa anak Anda dapat melihat wajah Anda, terutama mulut Anda. Jangan makan atau menutup mulut Anda ketika Anda berbicara dengan anak Anda. Pastikan Anda berada di ruangan yang sama dengan anak Anda dan Anda menghadap mereka. Perhatikan pencahayaan; cahaya yang terlalu terang atau kurang terang dapat menyebabkan kesulitan. Bicaralah dengan jelas namun alami. Membesar-besarkan atau berteriak dapat membuat anak Anda lebih sulit memahami apa yang Anda katakan. Berteriak dapat membebani alat bantu dengar anak Anda dan menyebabkan distorsi suara. Ketika berbicara, cobalah untuk tetap berada di satu tempat; mungkin sulit untuk membaca bibir seseorang yang bergerak-gerak. Ketika membaca dengan suara keras, buatlah ekspresi wajah yang berlebihan dan usahakan agar buku tidak menutupi wajah Anda. Jika Anda ingin berbicara dengan anak Anda, panggil nama mereka atau berikan isyarat kepada mereka. Pastikan bahwa anak Anda mendapatkan perhatian Anda ketika Anda mencoba berkomunikasi dengan mereka. Cobalah untuk menggunakan alat bantu visual, misalnya menulis, menggambar, dan menggunakan gerakan untuk membantu anak Anda memahami apa yang Anda katakan. Jangan meminta anak Anda untuk terus menerus berkonsentrasi karena anak Anda akan lebih sulit berkomunikasi secara efektif daripada anak yang dapat mendengar. Pastikan bahasa Anda sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa anak Anda. Misalnya, gunakan kalimat-kalimat pendek dan sederhana pada awalnya. Seiring dengan perkembangan kemampuan bahasa anak Anda, tingkatkan panjang dan kompleksitas kalimatnya. Jika Anda tidak yakin tentang tingkat bahasa yang harus Anda gunakan, diskusikan hal ini lebih lanjut dengan guru rehabilitasi. Amati reaksi anak Anda terhadap apa yang dikatakan untuk memeriksa apakah ia memahami instruksi, atau ajukan pertanyaan untuk menentukan tingkat pemahamannya. Jika anak Anda tidak memahami apa yang Anda katakan, cobalah mengatakan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Periksa alat bantu dengar atau implan rumah siput dan sistem FM anak Anda setiap hari, dan lakukan pemeriksaan pendengaran aural, misalnya, Lin’s Six Tones. Tanyakan kepada audiolog Anda, bagaimana cara melakukan tes ini. Doronglah anak Anda sejak dini, untuk memberi tahu Anda, apakah peralatan tersebut berfungsi dengan baik, sehingga dapat diperbaiki sesegera mungkin. Hal ini akan memastikan bahwa anak Anda mendapatkan hasil yang maksimal dari alat bantu dengarnya, daripada alat bantu dengar tersebut berubah menjadi penyumbat telinga atau alat pembuat kebisingan.