Perilaku abnormal seorang anak yang pemalu, takut, kesepian, dan tidak mau berteman dengan anak-anak lain, apalagi masuk ke dalam situasi yang tidak dikenalnya, dikenal sebagai perilaku menarik diri. Pembentukan perilaku menarik diri seorang anak terkait dengan temperamen alami anak, sikap pengasuhan, lingkungan keluarga, interaksi frustrasi dengan pasangan, dan faktor-faktor lainnya. 1, dasar temperamen: beberapa anak terlahir dengan temperamen yang mundur, mereka pertama kali bertemu dengan orang asing, hal-hal baru atau ke lingkungan baru tampak meringkuk dan menghindar, tetapi sebenarnya masih mau berinteraksi dengan orang, menerima hal-hal baru, lingkungan baru, tetapi antusiasme lambat untuk memulai, perlu waktu lama untuk beradaptasi, jika kurangnya dorongan, atau bahkan disalahkan, batin anak secara bertahap membentuk keinginan akan mudah ditekan, membentuk kemunduran. Jika tidak ada dorongan atau bahkan hajaran, keinginan anak yang terbentuk secara bertahap akan mudah ditekan, yang mengakibatkan perilaku mundur. 2. Gaya pengasuhan: Sebagian anak terlalu dimanja di rumah dan permintaan apa pun dipenuhi tanpa syarat, sehingga mereka terlalu mementingkan diri sendiri dan memiliki keterampilan merawat diri yang buruk. Sebagian orang tua terlalu ketat terhadap anak-anak mereka dan sering memarahi mereka, sehingga mereka kurang percaya diri sejak usia dini dan cenderung menarik diri dari anak-anak yang pada dasarnya sensitif. 3, lingkungan keluarga: beberapa anak dipengaruhi oleh kepribadian orang tua yang menarik diri, kurangnya kontak dengan dunia luar sejak kecil, kemampuan beradaptasi yang buruk, tidak tahu bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Beberapa orang tua sering bertengkar, berkelahi, bercerai di depan anak-anak mereka, konflik keluarga dan bahkan melampiaskannya pada anak-anak mereka, sehingga anak-anak takut sejak kecil, menjadi penakut, takut dan menarik diri. Beberapa anak tidak menarik diri di lingkungan aslinya, tetapi ketika mereka memasuki lingkungan baru, mereka tidak diperlakukan secara adil karena kekurangan mereka sendiri (misalnya obesitas, gagap, dll.) Atau karena alasan lain (misalnya pergi ke luar negeri atau ke luar negeri, hambatan bahasa), dan sering ditertawakan atau diintimidasi, dan harga diri mereka yang rapuh dirusak, sehingga membentuk kepribadian dan perilaku yang menarik diri. Penarikan diri sementara juga dapat disebabkan oleh kejadian yang tidak terduga, seperti kematian mendadak anggota keluarga dekat atau kecelakaan, yang dapat diatasi dengan cepat jika anak diberi dukungan moral pada waktunya, jika tidak, hal itu juga dapat mempengaruhi kepribadian jangka panjang anak.