Bagaimana seorang anak menjadi penakut dan pendiam?

  Perilaku abnormal seorang anak yang pemalu, takut, kesepian, dan tidak mau berteman dengan anak-anak lain, apalagi masuk ke dalam situasi yang tidak dikenalnya, dikenal sebagai perilaku menarik diri. Pembentukan perilaku menarik diri seorang anak terkait dengan temperamen bawaan anak, sikap pengasuhan, lingkungan keluarga, interaksi frustrasi dengan pasangan, dan faktor-faktor lainnya.  (1) Dasar temperamen: Sebagian anak terlahir dengan temperamen yang mundur, dan mereka tampak malu-malu dan menghindar ketika pertama kali bertemu dengan orang asing, hal-hal baru, atau masuk ke lingkungan baru. Jika tidak ada dorongan atau bahkan hukuman, keinginan anak yang terbentuk secara bertahap akan mudah ditekan dan akan membentuk perilaku menarik diri.  (2) Gaya pengasuhan: Sebagian anak terlalu dimanja di rumah dan permintaan apa pun dipenuhi tanpa syarat, sehingga mereka terlalu mementingkan diri sendiri dan memiliki keterampilan merawat diri yang buruk. Sebagian orang tua terlalu ketat terhadap anak-anak mereka dan sering memarahi mereka, sehingga mereka kurang percaya diri sejak usia dini dan cenderung menarik diri dari anak-anak yang pada dasarnya sensitif.  (3) Lingkungan keluarga: Sebagian anak dipengaruhi oleh kepribadian orang tua mereka yang menarik diri dan kurang kontak dengan dunia luar sejak usia dini, sehingga mereka tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik dan tidak tahu cara berinteraksi dengan orang lain. Sebagian orang tua sering bertengkar, berkelahi atau bercerai di depan anak-anak mereka, dan konflik keluarga bahkan melampiaskannya pada anak-anak mereka, membuat mereka takut sejak usia dini dan menjadi penakut, takut, dan menarik diri.  (4) Interaksi yang frustrasi: Beberapa anak tidak mundur di lingkungan aslinya, tetapi ketika mereka memasuki lingkungan baru, mereka tidak dapat diperlakukan secara adil karena kekurangan mereka sendiri (misalnya obesitas, gagap, dll.) Atau karena alasan lain (misalnya ketika mereka pergi ke luar negeri atau ke luar negeri, terjadi hambatan bahasa), dan sering diejek atau diintimidasi, dan harga diri mereka yang rapuh dihajar, sehingga mereka mengembangkan kepribadian dan perilaku yang mundur.  Penarikan diri sementara juga dapat disebabkan oleh kejadian yang tidak terduga, seperti kematian mendadak anggota keluarga dekat atau kecelakaan pada diri sendiri, yang dapat diatasi dengan cepat jika anak diberi dukungan moral pada waktunya, jika tidak, hal itu juga dapat mempengaruhi kepribadian jangka panjang anak.