Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien transplantasi hati yang masih hidup dan keluarga

Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien transplantasi hati yang masih hidup dan keluarganya: Antrian: Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) mewajibkan pasien transplantasi hati yang masih hidup untuk masuk ke dalam sistem antrian NHC, yang diatur oleh Kementerian Kesehatan (MOH) dan ditanyakan oleh komunitas transplantasi. Antrian mengharuskan pasien untuk memberikan fungsi hati, fungsi ginjal, fungsi koagulasi, golongan darah, set pra-transfusi (Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, sifilis, dll.) dan salinan kartu identitas mereka. Kerabat mana yang dapat mendonorkan hati (sebagai donor?)? Orang tua pasien, anak, keponakan dekat, istri (atau suami) (sudah menikah lebih dari 3 tahun atau sudah memiliki anak) Persyaratan dasar untuk donor: ① kecocokan golongan darah, yaitu golongan darah yang sama atau pendonor bergolongan darah O; ② saudara yang memenuhi persyaratan di atas; ③ untuk transplantasi antara orang dewasa, donor dan penerima memiliki ukuran yang sama atau sedikit lebih kecil; ④ merasa sehat dan memiliki pemeriksaan fisik yang sehat. Setelah evaluasi hati, secara teoritis, hati dapat dibagi menjadi dua bagian, satu bagian untuk pendonor dan bagian lainnya dapat ditransplantasikan ke penerima; ⑤ anggota keluarga pendonor hati bersedia dan dapat menandatangani; ⑥ surat keterangan dari kantor polisi setempat (hubungan kekerabatan antara pendonor dan penerima, nomor telepon petugas polisi yang menangani kasus tersebut, dan lain-lain), buku hukou asli, kartu identitas asli, serta informasi mengenai kondisi pendonor dan penerima akan diserahkan ke rumah sakit dan Komisi Kesehatan Provinsi untuk mendapatkan persetujuan.