Apakah leukemia terkait dengan diet?

Dua kondisi utama untuk perkembangan leukemia adalah kerentanan organisme (misalnya mutasi kromosom atau sistem kekebalan tubuh yang relatif lemah) dan faktor lingkungan (virus, kimia, radiologi, dll.). Kerentanan organisme melibatkan, selain dasar genetiknya, kesehatan mekanisme kekebalan tubuh dan toleransi terhadap berbagai faktor kimia, biologis, dan fisik yang merugikan (yang mana dosis dan durasi pemaparan merupakan faktor penting).

Tidak ada bukti yang menunjukkan korelasi antara diet tertentu (terutama makanan yang dimodifikasi secara genetik, dll.) dan perkembangan leukemia. Namun, mengurangi paparan faktor risiko penyebab leukemia dan menjaga pola makan yang sehat dapat membantu. Contohnya.

Kurangi konsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet/aditif, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, dan bersihkan sisa pestisida jika memungkinkan.
Cobalah untuk menjauhi radiasi gelombang mikro setiap hari, kurangi waktu kontak anak-anak dengan oven gelombang mikro, komputer, TV, dan ponsel, dan lakukan lebih banyak olahraga di luar ruangan di area hijau dengan udara segar untuk meningkatkan kebugaran fisik dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Hindari kontak dengan pestisida dan pupuk kimia.

Selain itu, anak-anak harus minum obat untuk penyakit ringan di bawah bimbingan dokter secara ilmiah dan tidak mengambil varietas yang telah dihilangkan, seperti obat yang mengandung sulphonamide dan cincin benzena.