Banyak pasien infertilitas yang merasa senang sekaligus khawatir ketika mereka dinyatakan hamil setelah menjalani program bayi tabung. Senang karena akhirnya mereka hamil, dan khawatir apakah mereka dapat melahirkan bayi ini dengan selamat dan sehat. Salah satu masalah yang paling sering dialami oleh banyak orang adalah perdarahan vagina setelah kehamilan. Pada kehamilan alami, perdarahan vagina memang merupakan tanda pre-eklampsia, dan wanita hamil yang mengalami perdarahan harus mengambil tindakan tepat waktu untuk menjaga agar bayinya tetap hidup, tetapi pada siklus IVF, perdarahan vagina sebenarnya tidak terlalu menakutkan, dan Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Pendarahan pada awal kehamilan setelah transfer embrio umumnya memiliki beberapa kemungkinan sebagai berikut: (1) Implantasi embrio normal disertai dengan sedikit pendarahan; (2) Pre-eklampsia yang disebabkan oleh implantasi embrio yang tidak stabil; (3) Pendarahan vagina yang disebabkan oleh kehamilan ektopik. Yang pertama adalah yang paling umum terjadi, terutama untuk transfer embrio beku dalam siklus penggantian hormon, di mana kemungkinan perdarahan lebih tinggi. Sebagai gambaran, dari 10 wanita hamil yang menggunakan sediaan progesteron vagina, 7-8 di antaranya mungkin mengalami perdarahan vagina yang terputus-putus, namun hanya 1 yang pada akhirnya akan mengalami keguguran, sehingga sebagian besar wanita hamil yang mengalami perdarahan tidak beresiko mengalami keguguran, dan perdarahan hanya merupakan fenomena normal yang menyertai proses perkembangan dan peregangan embrio secara terus menerus menuju endotel, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Dalam kasus kedua, ada pita perdarahan yang jelas pada USG, dan dokter akan memberi tahu Anda tentang risiko keguguran dan mencoba mempertahankan kehamilan, yang dalam banyak kasus dapat dilakukan dengan sukses. Tujuan dari teks di atas adalah untuk memberi tahu Anda bahwa tidak ada hubungan yang tak terelakkan antara perdarahan setelah transfer embrio dan keguguran. Sedikit perdarahan vagina atau perdarahan vagina yang terputus-putus adalah hal yang normal, selama Anda mengikuti petunjuk dokter dan meminum obat tepat waktu. Jika pendarahan terus menerus dan mencapai jumlah menstruasi, maka Anda harus pergi ke rumah sakit tepat waktu.