Muntah mendadak pada bayi berusia 10 bulan

Muntah mendadak pada bayi berusia 10 bulan mungkin terkait dengan menghirup udara dalam jumlah besar saat menyusu atau menangis, gangguan pencernaan, infeksi saluran pernapasan bagian atas dan penyakit bedah tertentu. Para orang tua disarankan untuk membawa bayi mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan terperinci untuk mengetahui penyebabnya. Penyebab umum 1. Menghirup terlalu banyak udara: muntah mendadak yang sesekali terjadi pada bayi mungkin disebabkan karena menghirup terlalu banyak udara ke dalam perut saat menyusui atau menangis, sehingga mengakibatkan muntah mendadak; 2. Gangguan pencernaan atau gastroenteritis: fungsi pencernaan bayi berusia 10 bulan belum sepenuhnya berkembang, sehingga pola makan yang tidak tepat dan perut yang dingin dapat dengan mudah menyebabkan gangguan pencernaan dan muntah mendadak. Gastroenteritis dapat dimanifestasikan sebagai muntah-muntah, diikuti demam dan diare, dan penyebabnya harus diklarifikasi dengan kunjungan tepat waktu ke rumah sakit. 3. Infeksi saluran pernapasan atas: ketika bayi mengalami infeksi saluran pernapasan atas akut karena flu, gejala awal dapat dimanifestasikan sebagai muntah mendadak, disertai demam rendah, diikuti batuk, hidung meler, dan bersin-bersin. 4. lainnya: beberapa gangguan bedah, seperti Obstruksi usus, radang usus buntu akut, dll., gejala muntah jelas, kondisi mental bayi tertekan, disertai sakit perut, dll., perlu segera mencari pertolongan medis. Pengobatan 1. Jika muntah sesekali, bayi sebaiknya tidak diberi makan selama 2 jam setelah muntah untuk memastikan perut dan usus diistirahatkan. 2 jam kemudian, bayi dapat diberi makan sup nasi atau bubur encer secukupnya, bukan susu atau makanan lain untuk menghindari rangsangan pada perut dan usus dan menyebabkan muntah lagi. 2. Bila muntah terjadi karena gangguan pencernaan, orang tua harus memberikan obat oral pada bayi di bawah bimbingan dokter. Jika muntah disebabkan oleh gangguan pencernaan, orang tua harus, di bawah bimbingan dokter, memberikan probiotik oral dan pelet penambah limpa kepada anak untuk mengaturnya, dan menggunakan telapak tangan untuk memijat perut bayi searah jarum jam untuk meningkatkan gerakan peristaltik dan meredakan ketidaknyamanan; 3. Catatan 1, orang tua harus memperhatikan, setelah bayi muntah, memberi makan bayi air hangat pada waktunya untuk meningkatkan pencernaan dan penyerapan lambung, untuk meredakan ketidaknyamanan perut; 2, perhatikan untuk menambah dan mengurangi pakaian bayi secara tepat waktu, untuk menghindari perut dingin; biasanya membawa bayi ke luar ruangan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh.