Mengapa ambliopi harus diobati dengan kacamata?

  Mayoritas ambliopi disebabkan oleh rabun dekat, seperti yang dapat Anda lihat dengan jelas dari diagram di atas, objek eksternal dicitrakan di belakang retina (umumnya dikenal sebagai fundus) pada mata rabun dekat, dan cahaya tidak dapat difokuskan pada retina. Mengenakan kacamata untuk mengobati ambliopi didasarkan pada prinsip bahwa kacamata dapat mengubah fokus objek di mata, menggeser fokus dari retina ke retina. Setelah cahaya difokuskan pada retina, retina dirangsang oleh cahaya dan secara bertahap berkembang, sehingga penglihatannya membaik. Mengenakan kacamata adalah satu-satunya cara ilmiah dan efektif untuk mengobati ambliopi. Jika Anda memahami hal ini, Anda akan dapat mengidentifikasi apa pengobatan yang tepat untuk ambliopi.  Bagaimana derajat hiperopia yang berbeda bisa dilihat pada diagram di atas? Semakin jauh titik fokus di bagian belakang retina dari retina (juga dikenal sebagai fundus), semakin tinggi derajat hipermetropi, semakin kabur mata dan semakin ambliopik mata, dan semakin besar kacamata yang digunakan untuk mengoreksi hipermetropi, semakin tebal lensanya, itulah sebabnya mengapa anak-anak dengan hipermetropi tinggi cenderung memakai kacamata yang lebih tebal. Diagram ini juga menjelaskan, kapan dimungkinkan untuk melepaskan kacamata dan melihat dengan jelas.  Kondisi pertama adalah bahwa ambliopia harus disembuhkan, yaitu penglihatan dengan kacamata harus normal, yaitu perkembangan fundus telah mencapai normal setelah perawatan dengan kacamata.  Kedua, rabun dekat harus dikurangi secara bertahap hingga sekitar seratus derajat. Seperti yang dapat Anda lihat dari diagram hiperopia di atas, semakin rendah titik fokus, semakin dekat titik fokus ke retina, dan semakin baik penglihatan tanpa kacamata, dan ketika titik fokus jatuh pada retina, saat itulah Anda dapat melihat dengan jelas dengan kacamata Anda. Jadi, mengapa orang yang rabun dekat bisa melihat tanpa kacamata jika rabun dekatnya dikurangi hingga 100 derajat? Karena lensa anak memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri hingga 300 derajat, dan melalui penyesuaian lensa, mudah untuk memindahkan titik fokus gambar rabun dekat 100 derajat di belakang retina ke depan retina, sehingga bahkan tanpa kacamata, Anda dapat melihat dengan jelas. Penjelasan di atas sebenarnya merupakan penerapan optik fisika pada mata, yang relatif mudah dipahami oleh orang tua yang memiliki pengetahuan fisika.