Sebelum munculnya USG frekuensi tinggi, pencitraan nuklida tiroid adalah metode yang paling umum digunakan untuk menilai sifat nodul tiroid. Tes ini dirancang untuk memanfaatkan preferensi sel tiroid untuk yodium radioaktif. Mereka biasanya diklasifikasikan sebagai “nodul panas”, “nodul hangat”, dan “nodul dingin” menurut kapasitas penyerapan yodium dari sel-sel tiroid, yang sesuai dengan penyerapan yodium yang tinggi hingga rendah hingga tidak ada penyerapan yodium. Karena sebagian besar nodul jinak, seperti kanker tiroid, memiliki serapan yodium yang rendah dan disebut “nodul dingin”, terutama yang memiliki komponen kistik, maka nodul jinak memiliki nilai diagnostik yang kecil. Oleh karena itu, pencitraan nuklida tiroid hanya diagnostik untuk sekitar 10% nodul panas (adenoma tiroid yang berfungsi tinggi secara otonom), sedangkan untuk 90% nodul sisanya, diagnosisnya masih belum pasti.