Penyakit tiroid nodular adalah kelainan endokrin yang umum terjadi dengan prevalensi 4-7% dan tingkat deteksi sekitar 40%-50% dengan USG dan otopsi. Sebaliknya, lebih dari separuh dari semua prosedur bedah tiroid adalah nodul tiroid. Namun, penyakit tiroid nodular jinak menyumbang sebagian besar pasien dengan penyakit tiroid nodular, dan kejadian kanker tiroid kurang dari 5%. Insiden nodul tiroid lebih tinggi pada wanita, lebih dari empat kali lipat dari pria. Lebih lanjut, kejadian nodul meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan menurun dengan berkurangnya asupan yodium. Studi terbaru telah menilai bahwa sekitar 50% orang berusia di atas 60 tahun memiliki nodul tiroid. Ciri-ciri nodul tiroid meliputi hiperplasia, kista, adenoma, tiroiditis dan tumor. Tujuan diagnosis klinis adalah untuk mengidentifikasi sifat nodul tiroid dan untuk menentukan jinak dan ganasnya, yang secara klinis penting untuk pengobatan nodul tiroid yang benar dan tepat waktu. Etiologi nodul tiroid sangat kompleks dan saat ini diperkirakan terkait dengan paparan radiasi, autoimunitas, genetika dan konsumsi yodium.