Bagaimana cara mendiagnosis stenosis arteri serebral? 1 .Beberapa pasien dengan stenosis arteri dapat mendengar murmur melalui stetoskop. 2 . Ultrasonografi warna dan pemeriksaan multispektral transkranial pada pembuluh darah di leher. 3 . CT dan angiografi MRI. 4, angiografi serebral. Angiografi serebral adalah standar yang paling dapat diandalkan untuk mendiagnosis stenosis arteri serebral dan merupakan standar emas saat ini. Apa saja manifestasi dari stenosis arteri serebral? Ini terutama merupakan manifestasi dari suplai darah otak yang tidak mencukupi dan serangan iskemik transien, kelemahan anggota tubuh unilateral transien, hemiplegia, bicara cadel, kegelapan mata, afasia; pusing, penglihatan berputar, mual dan muntah, penglihatan ganda, terjatuh, amnesia sementara, mati rasa pada wajah, dan sebagainya. Gejala-gejala ini bersifat kambuhan, dan semakin sering gejala-gejala ini kambuh dan semakin lama berlangsung, semakin besar kemungkinan terjadinya infark otak. Gejala sering kali berkaitan dengan perubahan posisi tubuh, seperti dari berbaring ke duduk, posisi sanggurdi ke posisi berdiri, posisi kepala rendah ke posisi kepala tinggi, membalikkan badan dan memutar kepala. Shi Jin, Departemen Neurologi, Rumah Sakit Umum Angkatan Udara Bahaya stenosis arteri serebral? 1 . Menyebabkan penurunan aliran darah otak dan penurunan kapasitas kompensasi aliran darah otak. 2 . Plak aterosklerotik di daerah stenosis akan lepas dan menyebabkan emboli otak. 3 . Stenosis yang parah dapat secara langsung menyebabkan infark serebral dengan secara signifikan mengurangi aliran darah otak. Menurut statistik dalam dan luar negeri, untuk stenosis arteri serebral yang parah, meskipun setelah pengobatan penyakit dalam secara teratur, masih ada sekitar 1/3 pasien yang mengalami stroke serius dalam waktu 3 tahun.