Karsinoma sel skuamosa maksila: indikasi untuk diseksi limfatik serviks pada pasien cN0

  Tujuan artikel ini adalah untuk mempelajari karakteristik metastasis limfatik serviks pada karsinoma sel skuamosa maksila dan peran pembersihan leher selektif. Sebuah studi retrospektif multisenter diterapkan untuk mempelajari karsinoma sel skuamosa rahang atas yang diobati dengan pembedahan. Data klinis termasuk lokasi utama tumor, status kelenjar getah bening serviks dan tingkat kekambuhan leher. Hasil: 146 pasien diikutsertakan dalam penelitian ini, dengan tingkat kekambuhan tumor 31,4%. Pasien cN0 memiliki tingkat metastasis kelenjar getah bening serviks 14,4%, 7,5% meninggal akibat metastasis tumor jauh, dan tumor terkontrol secara lokal pada 52,5% pasien. Tidak ada pasien dengan kekambuhan tumor lokal yang berhasil diselamatkan. Kesimpulan: Karsinoma sel skuamosa pada palatum, gingiva maksila dan proses alveolar memiliki perilaku metastasis kelenjar getah bening regional dan tingkat penatalaksanaan pembedahan pasien dengan kekambuhan kelenjar getah bening metastasis rendah, oleh karena itu diseksi limfatik serviks selektif (zona I-III) direkomendasikan untuk karsinoma skuamosa maksila T2, T3 dan T4.