1 . Persiapan untuk litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal Pasien yang memerlukan litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal biasanya berada dalam fase akut, dengan gejala yang jelas, peningkatan sel darah merah pada tes urin rutin, dan batu pada foto polos abdomen rontgen. Pasien harus diobati dengan obat antispasmodik dan antiinflamasi, dan kemudian diobati dengan litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal setelah gejala pasien mereda. Sebelum melakukan litotripsi, pyelogram intravena harus dilakukan untuk menentukan lokasi dan ukuran batu. Perawat harus terlebih dahulu melakukan perawatan psikologis yang baik terhadap pasien, sehingga pasien dapat memahami tujuan, proses dasar, dan pentingnya pemeriksaan dan perawatan, serta meredakan kekhawatirannya sehingga pasien dapat bekerja sama dengan baik dengan dokter untuk menyelesaikan seluruh pemeriksaan dan perawatan. 2. Kerja sama dalam litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal Kerja sama dalam litotripsi dibagi menjadi dua tahap. Salah satunya adalah kerja sama dengan pielogram intravena. Pasien harus dipersiapkan dengan teh senna 15 gram atau obat pencahar lainnya sebelum kontras dilakukan. Selama proses mengejan, perawat harus mengamati pasien dengan cermat dan perubahan tanda-tanda vital, serta bertanya kepada pasien tentang perasaan subjektifnya untuk mencegah reaksi alergi terhadap obat dosis tinggi. Yang kedua adalah kerja sama dalam litotripsi. Tegangan benturan selama litotripsi harus sedikit menyakitkan bagi pasien dan harus berlangsung antara 30 dan 40 menit. Selama waktu ini, perawat harus berada di dekat pasien, dalam posisi yang memudahkan untuk mengamati kondisi pasien dan mengawasi tanda-tanda vital dan wajah. Tanyakan kepada pasien tentang perasaan subjektifnya, berikan perawatan tepat waktu dan dapatkan kerja sama yang lebih baik untuk menyelesaikan proses perawatan dengan sukses. Setelah litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal, pasien mungkin mengalami gejala seperti hematuria dan nyeri, sehingga perawat harus memperhatikan perubahan tanda-tanda vital pasien setelah operasi. Pasien harus disarankan untuk beristirahat di tempat tidur dan diberikan obat antispasmodik, analgesik, dan antiinflamasi seperti yang diresepkan oleh dokter. Pasien harus diinstruksikan untuk minum lebih banyak air untuk meningkatkan produksi urin untuk menyiram uretra, mencegah infeksi, dan membantu mengeluarkan batu. Pasien juga diinstruksikan untuk meninjau pengobatan secara teratur untuk mengamati efektivitasnya.