Jika jumlah darah hanya rendah, itu tidak berarti bahwa anak menderita leukemia. Jika disertai gejala seperti demam, pendarahan dan nyeri tulang, diagnosis leukemia hanya dapat dipastikan setelah pemeriksaan di rumah sakit biasa.
Jumlah darah yang rendah saja tidak selalu berarti bahwa anak menderita leukemia, dan konsultasi lebih lanjut dianjurkan untuk menentukan penyebabnya. Leukemia dapat muncul dengan berbagai gejala: 1. Pendarahan. Ini adalah gejala khas leukemia akut, dengan sebagian besar pendarahan terjadi pada selaput lendir atau kulit tubuh. 2. Demam. Demam yang tidak jelas penyebabnya dan berlangsung lama, tetapi derajat demamnya bervariasi. 3. Anemia. Sebagian besar pasien leukemia mengalami anemia, yang secara bertahap memburuk seiring dengan perkembangan penyakit. 4. Perubahan pada organ parenkim tubuh. Misalnya, pembesaran kelenjar getah bening di hati dan limpa, nyeri pada tulang dan persendian, dll. 5. Kelainan darah yang parah. Pasien dengan leukemia mungkin memiliki kelainan yang signifikan pada ketiga lini darah. Adanya perubahan hanya pada satu garis keturunan tidak langsung mengkonfirmasi diagnosis leukemia.