Seiring bertambahnya usia, seiring dengan angin dan matahari, seiring dengan perubahan endokrin, jejak-jejak pasti tertinggal di kulit manusia, salah satu yang paling umum adalah tahi lalat hitam, yang umumnya dikenal sebagai nevus, atau seperti yang dikatakan oleh beberapa orang, tahi lalat berpigmen atau tahi lalat sel. Bagaimana cara menghilangkannya? Meskipun beberapa ahli patologi berteori bahwa tahi lalat harus dipotong melalui pembedahan sehingga tahi lalat tersebut hilang. Namun, perawatan non-bedah dilakukan untuk tahi lalat kecil (biasanya dalam ukuran 2mm) dalam praktik klinis baik di dalam maupun di luar negeri. Alasannya sederhana, yaitu menggunakan metode fisik dan kimia untuk membuat nevus berpigmen, yang merupakan bagian dari jaringan berpenyakit, menjadi nekrotik, rontok dan tidak akan ada masalah perubahan ganas karena iritasi seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli patologi. Mana yang lebih efektif? Untuk tahi lalat dengan ukuran yang tepat, ahli bedah yang berpengalaman akan dapat menghilangkan tahi lalat berpigmen lebih baik dengan salah satu metode. Tahi lalat yang lebih kecil dapat diobati dengan laser CO2 (laser Q tidak dapat mengobati tahi lalat berpigmen), yang memiliki keuntungan karena tepat, tidak meninggalkan bekas berpigmen yang umum terjadi pada ramuan, dan tidak terlalu luas seperti pembekuan. Tentu saja, untuk tahi lalat yang dalam, ada kemungkinan laser tidak dapat menghilangkannya sekaligus dan bisa kambuh lagi. Namun, ingatlah bahwa tahi lalat besar harus selalu diobati dengan pembedahan. Meskipun prosedur non-bedah dapat digunakan untuk menghilangkannya, namun kemungkinan besar tahi lalat tersebut akan kambuh dan meninggalkan bekas luka seperti lubang.