Pasien dengan septum menyimpang bawaan biasanya tidak akan bertambah parah tanpa pembedahan. Namun, jika disebabkan oleh trauma yang didapat atau penyakit lain, kondisi ini dapat menjadi semakin parah tanpa pembedahan. Sebagian besar deviasi septum disebabkan oleh kelainan perkembangan bawaan, sementara beberapa pasien mengalami fraktur septum akibat trauma hidung, atau kompresi oleh tumor hidung. Kelainan bawaan septum akan stabil pada masa dewasa, sehingga pasien dengan kelainan bawaan septum akan memiliki gejala yang stabil setelahnya. Sebaliknya, pasien dengan deviasi septum hidung yang disebabkan oleh trauma hidung atau tumor dapat mengalami deviasi septum hidung yang semakin parah seiring dengan perkembangan kondisinya, dan gejala hidung tersumbat, hidung meler, perdarahan hidung, sakit kepala dan pusing dapat memburuk. Oleh karena itu, dianjurkan untuk secara aktif mengobati penyakit primer dan melakukan operasi korektif untuk septum yang menyimpang secara paralel. Selain itu, pasien dengan deviasi septum harus memperhatikan untuk menjaga kelembaban rongga hidung dalam kehidupan sehari-hari, tidak menggunakan tangan untuk mengorek lubang hidung, tidak membuang ingus terlalu keras, dan menghindari kekuatan yang berlebihan saat bersin.