Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) adalah sindrom klinikopatologis yang ditandai dengan steatosis hepatoseluler dan akumulasi lipid tanpa riwayat konsumsi alkohol yang berlebihan, dan mencakup empat proses patologis: perlemakan hati sederhana, steatohepatitis, fibrosis hati berlemak, dan sirosis berlemak. Dalam dua puluh tahun terakhir, kejadian NAFLD telah meningkat secara global, baik di daerah maju maupun daerah yang relatif terbelakang, baik pada pria maupun wanita, sementara prevalensi NAFLD pada orang dewasa di daerah maju di Tiongkok adalah l5%, yang telah menjadi penyakit hati paling umum kedua setelah hepatitis virus kronis. Prevalensi NAFLD pada orang dewasa di daerah maju di Tiongkok adalah l5%, yang telah menjadi penyakit hati paling umum kedua setelah hepatitis virus kronis. Penelitian oleh para ahli dalam dan luar negeri telah menyimpulkan bahwa resistensi insulin pada orang gemuk dan pasien diabetes menyebabkan gangguan metabolisme lipid, yang meningkatkan sintesis lipid dan mengurangi transportasi lipid dan deposit di hati, yang mengakibatkan perlemakan hati. Perlemakan hati adalah penyakit yang dapat disembuhkan, dan tindakan pengobatan komprehensif yang tepat waktu seperti menghilangkan penyebabnya, memperbaiki kebiasaan gaya hidup yang buruk, memperhatikan perawatan diri, mengatur pola makan, olahraga yang teratur dan pengobatan adalah kunci untuk mencegah dan mengobati perlemakan hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa: usia lanjut, pria, birokrat, peminum alkohol, orang gemuk, orang dengan gula darah tinggi, asam urat tinggi, trigliserida tinggi, kolesterol tinggi, dan ALT tinggi, semuanya berisiko tinggi mengalami perlemakan hati. Oleh karena itu, disarankan agar fokus pencegahan dan pengendalian populasi perlemakan hati diprioritaskan pada pria, birokrat, orang lanjut usia, peminum alkohol, orang gemuk, dan orang dengan disfungsi metabolisme. II. Manifestasi klinis Manifestasi klinis NAFLD bervariasi sesuai dengan penyebab dan tingkat infiltrasi lemak dan inflamasi hati. Sebagian besar pasien tidak memiliki gejala yang jelas dan hanya terdeteksi selama pemeriksaan fisik. Beberapa pasien mungkin mengalami kelelahan dan rasa penuh atau nyeri samar di perut bagian kanan atas; hepatomegali adalah satu-satunya tanda pada banyak pasien dengan NAFLD. Jika pasien dengan NAFLD ditemukan menderita penyakit hati kronis atau trombositopenia yang menunjukkan adanya sirosis hati yang parah, komplikasinya sebagian besar berupa asites dan perdarahan dari varises esofagus. Kriteria Diagnostik Klinis Pada tahun 2006, Kelompok Penyakit Hati Berlemak dan Penyakit Hati Berlemak Alkoholik dari Cabang Hepatologi Asosiasi Medis Tiongkok mengeluarkan kriteria diagnostik untuk NAFLD di Tiongkok, dan siapa pun yang memiliki salah satu dari butir 1 hingga 5 dan 6 atau 7 berikut ini dapat didiagnosis dengan NAFLD.