Anak tersebut, Xiao Jiang, 7 tahun, lahir dengan pneumonia yang diinduksi, yang menyebabkan iskemia dan hipoksia di otak anak dan kerusakan otak yang mengakibatkan cerebral palsy. Diagnosis: Anak berusia 7 minggu, tidak bisa berlari, tidak bisa berdiri, kakinya tegang, memiliki beberapa masalah mental dan sering mengalami tics, sehingga disimpulkan bahwa anak tersebut mengalami cerebral palsy pediatrik yang parah. Dari hasil MRI otak, terlihat jelas bahwa anak tersebut mengalami kerusakan pada otak kecil, sehingga fungsi motorik anak tersebut seperti berjalan dan berdiri terganggu, karena otak kecil bertanggung jawab untuk keseimbangan. Rekomendasi: Anak tersebut sekarang berusia 7 minggu dan gejala-gejala ini menunjukkan bahwa anak tersebut sekarang menderita cerebral palsy yang parah, sehingga pengobatan harus diberikan sesegera mungkin. Tidak ada teknologi yang tersedia untuk mengubah masalah intelektual anak, sehingga anak hanya dapat diperkuat melalui pelatihan. Sedangkan untuk gangguan motorik, anak tersebut sudah melewati tahap pertumbuhan utama, tahap belajar secara naluriah, sehingga tidak ada gunanya melakukan operasi dan hanya bisa diobati melalui rehabilitasi di beberapa rumah sakit rehabilitasi. Pencegahan dini dan penanganan dini pada anak dengan cerebral palsy harus dilakukan dengan baik, jadi bagaimana orang tua harus memperhatikan hal ini? Pertama, ada beberapa gejala awal untuk menentukan apakah seorang anak mungkin menderita cerebral palsy; 1. Kekakuan tiba-tiba pada anak: kesulitan dalam memakaikan pakaian pada posisi tertentu, seperti dalam posisi terlentang, melenturkan tubuh anak atau memeluknya. 2. Floppy: Kepala dan leher bayi terkulai dan tidak dapat diangkat. Anggota tubuh bayi terkulai ketika digendong. Bayi jarang bergerak. 3. Perkembangan yang tertunda: Bayi belajar memegang kepalanya, duduk dan menggunakan tangannya lebih lambat daripada anak-anak seusianya, dan mungkin menggunakan satu bagian tubuhnya lebih banyak daripada yang lain, misalnya beberapa anak menggunakan satu tangan daripada keduanya. 4. Pemberian makan yang buruk: mengisap dan menelan yang buruk. Lidah sering mendorong keluar susu dan makanan. Kesulitan untuk diam. Perilaku abnormal: mungkin menangis, mudah tersinggung, kurang tidur, atau sangat pendiam, terlalu banyak tidur, atau tidak tertawa pada usia 3 bulan. Jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, waspadalah bahwa anak Anda mungkin menderita cerebral palsy dan orang tua harus bergegas ke rumah sakit untuk didiagnosis. Apa yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah cerebral palsy pada anak: 1. Saat hamil: cegah infeksi virus rubella. 2. Setelah hamil: lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur: perhatikan untuk menyingkirkan faktor persalinan yang sulit, dan jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes, Anda harus secara aktif mengobatinya. Pastikan nutrisi dan cegah kelahiran prematur. Hindari pengobatan yang tidak perlu. Pilihlah rumah sakit bersalin yang baik sesuai dengan tanggal persalinan yang diharapkan dan bersiaplah untuk persalinan yang aman. 3 . Setelah lahir: Fokus pada perlindungan bayi yang belum matang, bayi yang mengalami sesak napas dan penyakit kuning parah, dan melakukan perawatan yang diperlukan; misalnya oksigen, di inkubator, dll. Anak-anak yang mengalami cedera otak harus ditindaklanjuti dengan kartu dan diperiksa secara teratur. 4 . Mendidik orang tua untuk mengenali gejala awal meningitis: seperti demam, leher kaku, mengantuk, dll. Setelah terdeteksi, segera obati. 5 . Lesi otak harus diperhatikan pada mereka yang mengalami keterlambatan perkembangan motorik, postur tubuh yang tidak normal, pemberian ASI yang buruk, menjerit-jerit tanpa tidur, dan otot-otot yang terlalu lunak atau keras.