Mengatasi hambatan psikologis yang umum terjadi pada mahasiswa

Pasien, seorang pria berusia 21 tahun, adalah seorang mahasiswa tahun kedua di sebuah universitas, dari sebuah desa terpencil. Selama bertahun-tahun, ia memiliki ketakutan yang tak terkatakan saat bertemu dengan perempuan. Setiap kali dia tiba-tiba melihat atau mendekati teman sekelas perempuan, perasaan takut yang tidak dapat dijelaskan akan segera muncul di dalam hatinya. Pada saat yang sama, ada serangan sakit kepala di bagian belakang kepalanya. Kadang-kadang, bahkan melihat pakaian berwarna cerah atau rambut panjang seorang gadis pun menyebabkan sensasi menyakitkan yang sama. Selama beberapa tahun, penyakit aneh ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan beban mental yang berat, yang harus ditanggungnya dalam diam karena dia tidak bisa menceritakannya kepada siapa pun. Untuk menghilangkan rasa sakitnya, dia pergi beberapa kali ke rumah sakit besar di luar sekolah untuk mencari pengobatan dengan biaya sendiri, dan meminum banyak obat penenang, obat penenang, dan sejenisnya, tetapi tidak berhasil. Kemudian, ketika dia secara bertahap menyadari bahwa dia mungkin memiliki masalah psikologis, dia mengesampingkan semua kekhawatirannya dan pergi ke pusat konseling psikologis. Melalui konsultasi yang mendetail dan analisis yang cermat, psikolog menyimpulkan bahwa penyakit yang diderita siswa tersebut adalah fobia sosial, sebuah gejala fobia. Melalui lebih dari enam bulan perawatan dan konseling psikologis, hasil yang memuaskan pun tercapai. Rasa takut yang muncul berangsur-angsur berubah dari lebih banyak menjadi lebih sedikit, dari lebih kuat menjadi lebih lemah. Pada akhir semester, ketakutan sosial sebagian besar dihilangkan dan sakit kepala hilang sepenuhnya. Siswa tersebut melaporkan bahwa hubungannya dengan siswa lain cukup harmonis, interaksinya dengan para gadis cenderung normal, pandangan mentalnya sangat membaik, wajahnya yang tadinya tertekan dan kesal tampak tersenyum, dan ada kegembiraan dalam kehidupan akademisnya. Jadi, apa sebenarnya fobia itu? Selain gejala umum neurosis, karakteristik utamanya adalah rasa takut terhadap objek atau lingkungan tertentu, mengetahui bahwa objek atau lingkungan tersebut tidak berbahaya dan tidak perlu ditakuti, tetapi tidak dapat mengatasinya, dan juga tidak dapat mengendalikan kecemasannya. Tergantung pada objek yang ditakuti, fobia dapat dibagi menjadi fobia spesifik, fobia tempat, dan fobia sosial. Misalnya, takut pada binatang, takut pada kotak, takut pada kegelapan, ketakutan sosial, takut pada wajah telanjang, takut pada darah, takut pada kenajisan, takut pada ketinggian, takut pada ujian, takut terbang, takut muntah, takut pada hepatitis, takut pada kanker, takut pada penyakit kelamin, takut melakukan hubungan seksual, takut mati lemas, dll. Ketakutan sosial adalah yang paling umum. Ketakutan sosial sering kali dimulai pada masa remaja dan berpusat pada rasa takut diawasi dalam kelompok kecil (dibandingkan dengan kerumunan orang), yang mengarah pada penghindaran situasi sosial. Tidak seperti fobia lainnya, fobia sosial hampir sama prevalensinya pada pria dan wanita. Fobia ini dapat terisolasi (misalnya terbatas pada makan di depan umum, berbicara di depan umum, atau bertemu dengan lawan jenis) atau digeneralisasikan, yang melibatkan hampir semua situasi di luar lingkaran keluarga. Takut muntah di depan umum dapat menjadi gejala yang signifikan. Kontak mata langsung dapat membuat stres. Ketakutan sosial sering kali disertai dengan rasa rendah diri dan takut dikritik. Keluhan memerah, gemetar, mual atau ingin buang air kecil, sakit kepala mungkin ada. Episode pertama sering terjadi di tempat umum tanpa alasan yang jelas. Episode kecemasan berikutnya di tempat yang sama diikuti oleh episode yang semakin memburuk dan reaksi penghindaran yang meningkat. Etiologi fobia sosial tidak diketahui. Salah satu penjelasan yang masuk akal adalah bahwa timbulnya gejala ketakutan disebabkan oleh kombinasi refleks yang terkondisi dan kognisi yang tidak normal. Fobia sosial diobati dengan kombinasi terapi bangun, kognitif, desensitisasi, dan ansiolitik. Perawatan gabungan ini memiliki tingkat kekambuhan yang lebih rendah daripada pemaparan saja. Formula ajaib untuk mengatasi fobia adalah menghadapi rasa takut dan jangan pernah lari darinya, tetapi ketahuilah bahwa ada harimau di gunung!