Sindrom hipertensi gestasional, atau hiperemesis gravidarum, adalah sindrom tekanan darah tinggi, pembengkakan, proteinuria, dan berbagai gejala lain setelah bulan kelima kehamilan, yang dapat menyebabkan kejang-kejang, koma, dan bahkan kematian. Ini adalah ancaman serius bagi kehidupan ibu dan janin. Hal ini sulit dihindari karena penyebabnya tidak diketahui. Namun, jika Anda dipastikan menderita sindrom hipertensi gestasional, Anda tidak perlu khawatir. Dengan pemeriksaan antenatal secara teratur, pengobatan dini, dan istirahat yang cukup, kondisi ini kemungkinan besar dapat dikontrol dan diperbaiki. Berikut ini adalah cara-cara khusus untuk melakukan hal ini: 1. Lakukan pemeriksaan rutin di awal kehamilan, terutama untuk mengukur tekanan darah, memeriksa protein urin, dan menimbang berat badan Anda. 2. Perhatikan istirahat dan nutrisi. Suasana hati Anda harus menenangkan dan pikiran Anda rileks. Usahakan untuk tetap berada di tempat tidur selama lebih dari 10 jam sehari dan sebaiknya dalam posisi menyamping untuk meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki kondisi suplai darah ke ginjal. Jangan makan terlalu asin dan pastikan asupan protein dan vitamin. 3. Memperbaiki kondisi abnormal secara tepat waktu. Jika ditemukan anemia, minumlah suplemen zat besi; jika ditemukan pembengkakan pada tungkai bawah, tingkatkan waktu yang dihabiskan di tempat tidur dan naikkan kaki Anda untuk beristirahat; minum obat tepat waktu jika tekanan darah Anda tinggi. Pertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan jika gejalanya parah. 4. Perhatikan sejarah masa lalu. Wanita hamil yang pernah menderita nefritis, hipertensi dan penyakit lainnya serta mereka yang memiliki sindrom hipertensi gestasional pada kehamilan terakhirnya harus dipantau dengan penekanan di bawah bimbingan dokter.