Perlunya pemeriksaan fisik pada pasien infertilitas pria.

Pemeriksaan fisik seperti apa yang harus dilakukan ketika pasien infertilitas pria mengunjungi dokter? Ketika pasien infertilitas pria mengunjungi dokter, mereka harus melakukan pemeriksaan umum dan lokal, yang bertujuan untuk mengetahui penyebab infertilitas dan mengobatinya tepat waktu. Pemeriksaan seluruh tubuh meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah, serta pengamatan karakteristik seks sekunder pria, seperti bentuk tubuh, distribusi rambut (dengan fokus pada jenggot, bulu ketiak dan bulu kemaluan), adanya feminisasi payudara, dan adanya indera penciuman yang tidak normal. Pemeriksaan berbagai sistem juga dilakukan, dengan perhatian diberikan pada deteksi kelainan endokrin, peredaran darah, pernapasan, pencernaan, dan sistem saraf. Perhatian harus diberikan pada setiap penyakit yang mungkin berpengaruh pada kesuburan. Pemeriksaan lokal terutama dilakukan pada organ reproduksi. Biasanya pasien dalam posisi tegak atau berbaring, dan dokter akan memeriksa apakah ada kelainan pada organ reproduksi, termasuk apakah skrotum normal atau tidak, ukuran, posisi dan bentuk testis, epididimis dan vas deferens dengan atau tanpa bintil atau cacat, apakah ada varikokel, apakah ada pembuluh darah sperma, apakah ada syringomyelia dan sebagainya. Jika perlu, penusukan jari melalui dubur harus dilakukan untuk memeriksa prostat dan vesikula seminalis. Penis juga harus diperiksa apakah ada kelainan bentuk, pembungkusan, kekerasan, dan kelainan pada lubang uretra, dan sebagainya. Melalui pemeriksaan di atas, beberapa petunjuk penyakit dapat ditemukan sehingga dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.