Apakah neuritis optik pada anak-anak hanya “anti-inflamasi”?

Beberapa orang tua dari anak-anak yang menderita neuritis optik cenderung mengabaikan gagasan bahwa karena ini adalah kondisi “inflamasi”, maka lebih baik menyingkirkan peradangannya. Kenyataannya, tidak sesederhana itu. Neuritis optik juga merupakan penyakit mata yang umum terjadi. Penyebab neuritis optik meliputi: 1) infeksi virus; 2) infeksi lokal seperti sinusitis dan karies gigi. Neuritis optik pada anak-anak sensitif terhadap pengobatan kortikosteroid dan pemberian obat secara dini dan adekuat tidak hanya bermanfaat untuk mengendalikan penyakit ini, tetapi juga mengurangi kemungkinan kekambuhan. Pada saat yang sama, pengobatan etiologi juga diperlukan; respon inflamasi harus dikontrol secara dini untuk menghindari keterlibatan serabut saraf optik. Vasodilator dan dukungan neurotropik juga diberikan. Jika terdapat infeksi, antibiotik atau obat antivirus dapat digunakan. Penyakit ini dapat kambuh kembali, dan tindak lanjut neurologis dan oftalmologis jangka panjang diperlukan setelah penyembuhan, dengan perhatian khusus untuk mencegah perkembangan sklerosis multipel. Di sisi lain, meskipun penglihatan anak telah “dipulihkan”, kelainan penglihatan warna dan gangguan aferen pupil relatif (RAPD) akan tetap ada.