Penyakit jamur kuku mengacu pada infeksi kuku yang disebabkan oleh jamur apa pun, sedangkan onikomikosis secara khusus mengacu pada infeksi kuku yang disebabkan oleh kurap pada kulit. 15% hingga 20% orang berusia 40-60 tahun memiliki penyakit jamur kuku, dan 18% hingga 40% kelainan pada kuku disebabkan oleh infeksi jamur. 30% pasien dengan kurap pada kulit dan 50% pasien dengan kurap pada tangan dan kaki memiliki penyakit jamur kuku, dan lebih banyak wanita daripada pria yang terlihat dengan penyakit jamur kuku. Seiring bertambahnya usia, jumlah pasien meningkat. 1. Etiologi dan manifestasi klinis Kuku yang sehat tidak terlalu rentan terhadap infeksi. Kecenderungan kuku untuk terinfeksi jamur mungkin terkait dengan genetika, diabetes dan gangguan drainase arteri dan limfatik lokal, serta penyakit neurologis perifer. Kuku kaki yang bekerja di lingkungan yang lembap dan sering mengalami trauma rentan terhadap infeksi jamur. Penyakit jamur kuku sebagian besar ditularkan secara langsung dari tinea pedis, sedangkan penyakit jamur kuku dapat ditularkan dari kurap atau karena sering menggaruk kaki, dan penyakit jamur kuku lebih sering terjadi pada jari-jari kaki daripada jari-jari tangan. Patogen penyakit jamur kuku termasuk kurap, ragi, dan jamur. Dermatofita yang paling umum adalah Trichophyton rubrum, Trichophyton spp. dan Trichophyton flocculare. Kuku yang sama dapat terinfeksi dengan dua spesies kurap, dua dermatofita plus ragi (termasuk Malassezia) atau dermatofita plus ragi dan jamur. Ada empat tipe klinis penyakit jamur kuku, yang mewakili lokasi dan luasnya invasi jamur pada kuku: (1) Tipe superfisial putih: belang-belang terbatas atau bercak-bercak kecil keruh yang tidak beraturan; (2) Tipe subxifoid lateral distal: jamur awalnya menyerang tepi lateral distal kuku; (3) Tipe subxifoid proksimal: infeksi dimulai pada membran epidermis kuku dan berlanjut ke bawah akar kuku proksimal dan epitel kuku; (4) Tipe distrofi kuku total: hasil akhir dari semua perkembangan penyakit jamur kuku. Jamur menyerang seluruh lempeng kuku, dengan hilangnya struktur kuku dan perubahan papilomatosa pada matriks kuku dan bantalan kuku, yang ditutupi oleh bahan keratin yang tidak beraturan. Penyakit ini lambat berkembang dan, jika tidak diobati, dapat tetap tidak diobati seumur hidup. Kadang-kadang dapat diikuti oleh jamur kuku, menyebabkan kemerahan, bengkak, nanah, dan rasa sakit yang terlokalisasi. Hal ini sangat mengganggu gerakan jari yang halus. Penampilan kuku juga memengaruhi kehidupan sosial dan kepercayaan diri pasien, sehingga mengurangi kualitas hidup. 2. Diagnosis dan diagnosis banding Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan adanya pertumbuhan jamur pada patologi kuku atau apusan lisis kuku, dan terkadang dengan membedakannya dari psoriasis dan lumut pipih, eksim, atau penyakit kuku yang disebabkan oleh kebotakan. Untuk penyakit jamur kuku yang dangkal, ringan, dan soliter, obat antijamur topikal dapat digunakan. Jamur kuku yang parah sering kali membutuhkan obat antijamur internal.