Suara napas bronkoalveolar adalah suara napas campuran yang ditandai dengan suara napas bronkoalveolar dan alveolar. Sifat suara napas mirip dengan suara napas alveolar normal, tetapi dengan nada yang lebih tinggi dan lebih keras. Sifat suara napas ekspirasi mirip dengan suara napas bronkial, tetapi intensitasnya sedikit lebih lemah, nada sedikit lebih rendah, sifat tubular lebih sedikit dan fase ekspirasi lebih pendek, serta terdapat jeda yang sangat singkat antara inspirasi dan ekspirasi. Fase inspirasi suara napas bronkoalveolar kurang-lebih sama dengan fase ekspirasi. Pada subjek normal, suara napas bronkoalveolar dapat didengar pada ruang interkostal ke-1 hingga ke-2 di kedua sisi sternum, pada tingkat vertebra toraks ke-3 hingga ke-4 di daerah interskapularis, dan pada bagian anterior dan posterior apeks paru. Sifat suara napas mirip dengan suara napas alveolar normal, tetapi nadanya lebih tinggi dan lebih keras. Sifat suara ekspirasi mirip dengan suara napas bronkial, tetapi sedikit lebih lemah, nada lebih rendah, tidak terlalu berbentuk tabung, dan fase ekspirasi lebih pendek, dengan jeda yang sangat singkat antara inspirasi dan ekspirasi. Suara bronkoalveolar yang tidak normal sering kali merupakan indikasi penyakit berikut: 1, perubahan padat pada jaringan paru-paru, seperti pneumonia lobar stadium padat, pneumonia kaseosa tuberkulosis, infark paru, kanker paru-paru. 2, kompresi jaringan paru-paru, seperti efusi pleura atau tumor. 3, Rongga besar di paru-paru beresonansi dengan tabung bronkial. Kembangkan kebiasaan kebersihan yang baik, ruangan harus sering berventilasi untuk menjaga udara tetap segar. Perhatian harus diberikan pada kombinasi kerja dan istirahat, nutrisi dan tidur yang cukup, tetapi juga aktivitas luar ruangan yang sesuai dan latihan fisik, yang dapat meningkatkan kebugaran fisik dan meningkatkan daya tahan tubuh.