Bagaimana cara mencegah empat alergi yang paling sering dijumpai pada bayi?

  Banyak orang tua yang tidak menganggap alergi sebagai sesuatu yang serius dan merasa bahwa anak mereka tidak memiliki alergi yang jelas, padahal tidak demikian. Banyak penyakit yang berkaitan erat dengan alergi, dan pencegahan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup anak Anda dengan mengurangi alergen, dimulai dari kehidupan sehari-hari.    1. Pencegahan alergi serbuk sari Serbuk bunga dan tanaman adalah alergen yang paling penting, dengan musim yang jelas, musim semi dan musim gugur adalah musim yang paling banyak mengandung serbuk sari. Pergilah ke kebun raya atau taman di mana bunga dan tanaman lebih jarang terlihat pada musim semi dan musim gugur; atau ketika Anda melakukannya, ingatlah untuk mengenakan masker. Bersihkan serbuk sari yang jatuh ke rambut dan pakaian Anda saat Anda tiba di rumah. Khususnya saat cuaca berangin, cobalah untuk mengurangi atau bahkan menghindari aktivitas di luar ruangan.  Jangan menanam bunga atau rumput di rumah Anda, jaga agar jendela tetap terbuka sesedikit mungkin selama musim serbuk sari, dan gunakan pelembab udara di dalam ruangan untuk mengurangi konsentrasi serbuk sari dalam ruangan. Karena alergen serbuk sari masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir hidung, mengenakan masker adalah cara paling efektif untuk mencegah alergi. Mencuci saluran hidung dengan air setelah keluar rumah juga dapat mengurangi jumlah waktu serbuk sari berada di saluran hidung dan mengurangi terjadinya alergi.  Mencuci wajah dengan air hangat juga dapat mengurangi jumlah serbuk sari yang masuk ke dalam tubuh Anda secara langsung melalui kulit Anda, meskipun yang terbaik adalah tidak menggunakan air panas untuk mencuci wajah. Jika Anda sesekali harus pergi ke taman atau kebun raya, Anda dapat meminum obat anti alergi 1 hari sebelumnya dan kembali tanpa gejala, jadi Anda tidak perlu meminumnya terus menerus; jika Anda memiliki gejala, minumlah selama 3 hari. Pada periode serbuk sari musim semi, periode serbuk sari musim gugur, dan perubahan musim dingin yang panas dan dingin, serta periode lain yang kemungkinan besar dapat menyebabkan alergi, Anda harus minum obat anti alergi terlebih dahulu.  2. Pencegahan alergi tungau debu Tungau debu terutama hidup di lingkungan rumah, sehingga lingkungan rumah sangat penting. Perlengkapan tidur seperti sprei harus terbuat dari bahan yang tahan tungau dan harus dicuci seminggu sekali dengan air panas bersuhu 55°C atau lebih jika memungkinkan. Meskipun menjemur sprei di bawah sinar matahari bisa cukup efektif, namun tidak seefektif mencucinya dengan air panas.  Usahakan untuk tidak menggunakan karpet dan permadani, lebih baik lantai kayu di dalam rumah, dan juga gunakan insektisida tungau debu. Boneka mainan anak-anak dan tirai juga dapat menjadi tempat persembunyian tungau debu. Cobalah untuk menghindari sofa berbahan kain dan gunakan sofa berbahan kulit atau kayu sebagai gantinya. Jangan gunakan kain gorden, karena cenderung menarik debu, tungau debu, mikroba dan alergen lainnya dari rumah. Tungau debu membutuhkan kelembapan untuk tumbuh, memperkuat ventilasi dalam ruangan dan mengurangi kelembapan dalam ruangan juga dapat secara efektif mengontrol pertumbuhan tungau debu.  3. Pencegahan alergi mikroba Mikroba juga merupakan alergen umum yang terjadi terutama selama musim hujan. Minumlah banyak air dan sering-seringlah mencuci hidung di awal musim panas dan musim gugur. Kurangi juga jumlah pot tanaman di rumah Anda, karena tanah yang lembap merupakan tempat berkembang biak yang ideal bagi mikroorganisme.  4. Mencegah alergi bulu dan debu mikroskopis Bulu dan sekresi hewan peliharaan merupakan alergen yang kuat, terutama pada kucing, yang masih dapat diperiksa alergennya di dalam rumah bahkan lebih dari setahun setelah meninggalkan rumah. Selain itu, banyak komunitas yang memiliki banyak hewan peliharaan dan udaranya dipenuhi partikel alergen yang halus, sehingga banyak anak berlarian dengan hidung meler sepanjang hari, terutama yang berlendir. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah membersihkan hidung secara teratur.  Bersihkan filter AC secara teratur, bersihkan perabot yang cenderung berdebu secara teratur, dan semprotkan lantai dengan sedikit kabut air sebelum menyapu. Berhentilah merokok di dalam ruangan dan jangan bawa anak Anda ke tempat umum di mana banyak orang merokok.  Tips pencegahan alergi: (1) Berhati-hatilah dengan vaksinasi untuk anak kecil yang memiliki alergi: beberapa vaksin mengandung protein khusus yang kemungkinan besar dapat menyebabkan gejala alergi.  (2) Udara dingin juga merupakan penyebab umum rinitis alergi: hidung anak-anak menjadi sensitif ketika mereka mengalami perubahan suhu dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan berenang untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, yang terbaik adalah membiarkan anak Anda menjalani proses adaptasi sebelum berenang. Sebaiknya biarkan anak Anda membasuh wajahnya dengan air dingin, diikuti dengan air es, dan kemudian berenang setelah ia beradaptasi secara bertahap.  (3) Kurangi makan makanan yang dapat dengan mudah menyebabkan alergi rambut: apakah alergen menyebabkan alergi atau tidak, ada efek yang ditumpangkan di dalam tubuh, dan mengurangi satu alergen dapat secara efektif menghentikan rangsangan alergi lainnya.  Selain itu, Anda juga harus membiarkan anak Anda berolahraga secara moderat dan teratur untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka dan mencegah mereka dari penyakit.