Dengan reformasi dan perkembangan negara kita, teknologi baru dari luar negeri dibawa masuk, yang berkontribusi pada perkembangan ekonomi kita yang pesat, tetapi juga membawa hal-hal buruk dari luar negeri, salah satunya adalah narkoba. Jenis-jenis obat yang populer di negara kita mengikuti jenis obat di luar negeri. Karena heroin telah menjadi industri yang “terbenam”, kebanyakan orang merasa gejala kecanduan heroin tidak tertahankan dan tidak tahan untuk tidak menggunakannya selama sehari; metamfetamin tidak membuat ketagihan, dapat digunakan sebentar-sebentar dan terasa nyaman setelahnya, sehingga semakin banyak orang yang menggunakannya. Apakah sabu membuat ketagihan? Jawabannya adalah “ya”, tetapi karena gejala kecanduan sabu-sabu tidak bersifat fisik, melainkan emosional dan psikologis, maka gejala tersebut mudah terabaikan. Dalam keadaan normal, metabolisme metamfetamin membutuhkan waktu 3-5 hari, jadi saat pertama kali pasien mengonsumsinya, mereka hanya mengalami euforia, euforia, energi tinggi, dan banyak bicara, mengira itu adalah sesuatu yang ajaib yang akan membuat mereka pintar dan pandai berbicara. Namun, pada hari ketiga hingga kelima setelah penggunaan, pasien akan mengalami kekurangan energi yang tidak dapat dijelaskan, depresi, gelisah, dan gelisah, yang sebenarnya merupakan reaksi penghentian penggunaan metamfetamin. Dalam kasus ini, pasien akan diminta untuk menggunakan meth berulang kali untuk mengubah kondisi mereka saat ini dan mengejar perasaan baik yang mereka miliki sebelumnya. Seiring waktu, pasien akan menggunakan meth lebih banyak dan lebih sering, sehingga membentuk ketergantungan psikologis yang serius. Inilah sebabnya mengapa mereka yang mengatakan bahwa metamfetamin tidak membuat ketagihan berbohong.