Diagnosis dan pengobatan epilepsi

  Tes apa yang diperlukan untuk mendiagnosis epilepsi?  EEG biasanya diperlukan untuk mendiagnosis epilepsi. Adanya pelepasan epileptiform yang khas pada EEG adalah dasar utama untuk diagnosis epilepsi. MRI juga diperlukan untuk menentukan adanya kelainan struktural otak dan lesi epileptogenik seperti tumor, penyakit serebrovaskular, dan parasit. Dalam kasus yang jarang terjadi, tes genetik, kromosom dan genetik metabolik diperlukan.  Apa yang dimaksud dengan elektroensefalogram?  Sel-sel otak manusia memiliki aktivitas bioelektrik yang normal. Ketika ada penyakit di otak, aktivitas listrik normal akan berubah. EEG adalah grafik spesifik yang direkam oleh mesin EEG yang memperkuat aktivitas listrik otak. Dengan mengamati dan menganalisis perubahan EEG, dokter dapat mendiagnosis patologi otak pasien. Pada epilepsi, aktivitas listrik otak memiliki karakteristik khusus tersendiri, dan perlu dilakukan EEG.  Dapatkah EEG tanpa kelainan mengesampingkan epilepsi?  EEG negatif tidak mengesampingkan epilepsi karena banyak pasien memiliki EEG normal ketika mereka tidak mengalami kejang. Dan jika EEG normal selama kejang, epilepsi dapat dikesampingkan.  Apa yang dimaksud dengan EEG ambulatori?  EEG dinamis relatif terhadap EEG normal. EEG direkam untuk jangka waktu yang lebih lama mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari, dan dapat merekam lebih banyak informasi EEG, yang lebih informatif untuk diagnosis dan prognosis epilepsi.  Apa yang dimaksud dengan EEG video? Mengapa EEG video lebih baik daripada EEG biasa?  Video EEG adalah perekaman EEG bersama dengan data video pasien. Hal ini terutama digunakan untuk mengamati kinerja klinis selama kejang dan untuk mempelajari hubungan antara elektrofisiologi dan kinerja klinis. Dengan tidak adanya kejang, video EEG dapat lebih baik mengecualikan perbedaan bit selama perekaman EEG.  Apa peran MRI untuk pasien epilepsi?  Untuk pasien epilepsi, tujuan utama MRI adalah untuk mencari penyebab epilepsi. Penyebab seperti cedera otak traumatis, penyakit serebrovaskular, tumor otak, parasitisme otak, dan perkembangan otak yang tidak normal perlu mengandalkan MRI untuk klarifikasi. Untuk displasia kortikal fokal, penyebab yang sebelumnya tidak dipahami dengan baik, pemindaian lapisan tipis resolusi tinggi MRI sering kali dapat memberikan diagnosis yang pasti.  Apakah pemeriksaan PET-CT akurat?  PET-CT adalah pemeriksaan yang mencerminkan aspek metabolisme otak dan memiliki tingkat diagnostik positif yang sangat tinggi untuk fase kejang, tetapi sulit untuk menangkap PET-CT selama fase kejang. Yang umumnya diperiksa adalah metabolisme otak pada periode interiktal, dan lesi epilepsi biasanya menunjukkan metabolisme yang rendah pada periode interiktal, sehingga PET-CT memiliki beberapa nilai referensi untuk lokalisasi lesi epilepsi. Namun, hasil PET-CT harus dievaluasi secara objektif. Tidak semua area hipometabolik adalah fokus epileptogenik, dan tidak semua fokus epileptogenik adalah manifestasi hipometabolik.  Apa pentingnya penggunaan elektroda intrakranial dalam operasi epilepsi?  Elektroda kortikal dan dalam secara rutin digunakan untuk mendeteksi EEG dalam operasi epilepsi. Karena sinyal EEG relatif lemah, dan sinyalnya bahkan lebih lemah setelah atenuasi oleh tengkorak dan kulit kepala, dan keakuratan lokasi pelepasan terganggu. Elektroda intrakranial dalam pembedahan dapat secara langsung mendeteksi pelepasan di korteks serebral, dan keakuratan pelokalan sangat meningkat. Elektroda intrakranial dapat digunakan untuk merekam EEG selama kejang, yang bahkan lebih signifikan untuk lokalisasi epilepsi yang tepat.