Epilepsi dapat terjadi pada semua usia, mulai dari bayi hingga lansia, dan biasanya lebih sering terjadi pada pasien bayi dan pasien lansia. Penyebab kejang bervariasi di antara kelompok usia yang berbeda: 1. Bayi: epilepsi pada bayi yang baru lahir dapat berupa epilepsi primer yang dipicu oleh kelainan genetik bawaan itu sendiri, atau epilepsi yang dipicu oleh kejang demam; 2. Anak-anak dan remaja: epilepsi pada anak-anak mungkin berkaitan erat dengan intrakranial intrakranial. Epilepsi pada orang dewasa muda mungkin terkait erat dengan trauma kranio-serebral, penyakit parasit, penyakit menular, penyakit demielinasi inflamasi, penyakit tumor, dll.; 3. Orang paruh baya: epilepsi pada orang dewasa muda mungkin terkait erat dengan trauma kranio-serebral, penyakit parasit, penyakit menular, penyakit demielinasi inflamasi, penyakit tumor, dll. 3. Orang paruh baya: epilepsi pada orang berusia 40-50 tahun mungkin disebabkan oleh penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit serebrovaskular dan penyakit tumor, yang memicu kejang; 4. Orang lanjut usia: epilepsi pada orang lanjut usia mungkin terkait dengan penyakit neurodegeneratif, atau berbagai ensefalopati toksik metabolik dan cedera otak Kejang mungkin terkait dengan penyakit neurodegeneratif, atau berbagai ensefalopati toksik metabolik dan cedera otak. Oleh karena itu, epilepsi dapat terjadi pada semua kelompok usia, tetapi penyebab epilepsi mungkin berbeda pada kelompok usia yang berbeda.