Apa saja latihan untuk varises

Varises adalah varises di berbagai bagian tubuh, yang paling umum adalah varises di tungkai bawah. Selain itu, varises pada korda spermatika dan varises esofagus-lambung juga umum terjadi. Ada beberapa latihan umum yang disarankan untuk dipilih oleh pasien, tergantung pada lokasinya. I. Varises pada tungkai bawah 1. Jalan cepat, joging, berenang: Hal ini mendorong kontraksi otot-otot tungkai bawah, mendorong aliran balik vena dan mencegah varises yang semakin parah. Latihan-latihan ini dianjurkan untuk jangka waktu yang singkat, beristirahat setelah 30 menit latihan dan kemudian melanjutkan dengan latihan lainnya, dengan catatan tidak melakukan latihan yang sama dalam waktu yang lama; 2. Mengaitkan pergelangan kaki dapat meningkatkan kontraksi otot betis dan refluks vena, mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh varises, dan pada saat yang sama dapat menunda perkembangan varises; 3, lainnya: bagi orang yang berdiri atau duduk untuk waktu yang lama, mereka harus mengembangkan kebiasaan hidup dan pekerjaan yang baik, hindari duduk dan berdiri untuk waktu yang lama, hindari postur duduk dan berdiri yang buruk, seperti kaki yang terhuyung-huyung, dll. Dianjurkan untuk menjaga posisi tertentu selama sekitar 40 menit, dan kemudian mengubah posisi selama 10-15 menit. menit. Kedua, penderita varikokel tidak boleh banyak berolahraga, dianjurkan untuk berjalan cepat dan jogging. Latihan fisik dalam jumlah sedang dapat meningkatkan elastisitas pembuluh darah di korda spermatika dan mencegah perkembangan varikokel. Olahraga yang tepat juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, mempercepat sintesis sel melalui aliran darah yang cepat dan sampai batas tertentu berperan dalam meningkatkan lingkungan untuk pertumbuhan sperma. Penting juga untuk menghindari latihan menahan beban, seperti squat berbobot dan dumbel, yang umum dilakukan. Latihan-latihan ini meningkatkan tekanan perut pasien dan semakin memperburuk varikokel. Ketiga, varises esofagogastrik sebagian besar disebabkan oleh peningkatan tekanan vena porta pada pasien sirosis hati. Oleh karena itu, pasien tidak boleh melakukan olahraga berat, tetapi dapat memilih olahraga yang lembut dan mudah, seperti berjalan kaki, taijiquan, delapan duanjin, dll. Hal ini dapat berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh pasien dan akan membantu dalam pemulihan penyakit.