Chilblains biasanya terlihat pada anak-anak berusia 1 hingga 5 tahun. Manifestasi utamanya adalah depresi, wajah tirus, rambut gosong, perut buncit dan mencret. Hal ini sering dikaitkan dengan pola makan yang buruk, seperti makan terlalu banyak lemak dan makanan manis dan pemberian susu yang tidak tepat. Hal ini juga dapat disebabkan oleh diare kronis, disentri kronis, parasit usus, dan penyakit lain yang tidak sembuh dari waktu ke waktu. Karena kondisi kehidupan yang lebih baik, kejadian penyakit ini telah menurun secara signifikan. Namun, masih banyak anak yang secara klinis teramati memiliki kondisi ini. Ada juga anak-anak yang tidak menderita chancre, tetapi memiliki pertumbuhan yang lambat, asupan makanan yang rendah, dan kurus. Titik akupunktur Empat Jahitan mirip dengan metode “Pilih Empat Jahitan”. Ini adalah pengobatan eksternal untuk chancre anak-anak dengan menggunakan jarum bercabang tiga (atau jarum baja lainnya) untuk menghilangkan lemak subkutan dari kulit, atau untuk memeras lendir kuning (ada juga sejumlah besar cairan bening yang bocor), peras dengan jari-jari untuk menghilangkan cairan dan melihat darah. Perawatan ini pertama kali dijelaskan dalam “Akupunktur dan Moksibusi” oleh Yang Jizhou pada Dinasti Ming, dan sederhana serta efektif. Titik-titik akupunktur tidak hanya dapat digunakan untuk mengobati chancre, tetapi juga untuk memperbaiki gejala-gejala seperti pencernaan dan penyerapan yang buruk, pertumbuhan yang lambat, pola makan yang buruk, dan kekurusan. Selain itu, beberapa anak mungkin menderita kegelisahan, gelisah di malam hari, sering sakit perut, menggemeretakkan gigi, panas di jantung tangan dan kaki, kulit kekuningan, mata berembun saat tidur, kehilangan nafsu makan, sembelit atau diare, kurangnya perubahan biji-bijian, kurangnya kehangatan pada tungkai, kelemahan dalam menangis, dan kekeringan pada mulut dan bibir. Cara ini juga akan efektif. Lendir akan berkurang secara bertahap sampai tidak ada lendir dan hanya darah yang terlihat. Penelitian medis modern menunjukkan bahwa akupunktur pada empat titik jahitan dapat meningkatkan sekresi air liur, meningkatkan peran amilase ludah, dan kandungan protease pankreas, amilase pankreas, dan lipase pankreas dalam usus (kekuatan pencernaan) meningkat. Pada anak-anak yang kekurangan gizi dengan rakhitis, akupunktur pada titik Empat Jahitan meningkatkan kalsium dan fosfor serum serta mengurangi aktivitas alkali fosfatase, sehingga terjadi peningkatan penggandaan kalsium dan fosfor, yang membantu perkembangan dan pertumbuhan tulang anak. Anak-anak dengan noma umumnya harus menjauhkan diri dari makanan selama satu bulan, seperti produk kacang-kacangan, produk bertepung, kue, kacang tanah, biji melon, minuman dingin, dan cokelat, untuk menghindari perut kembung. Selama masa pengobatan, anak-anak harus makan makanan yang mudah dicerna, memperbanyak sayuran dan buah-buahan segar, tidur yang cukup, serta melakukan aktivitas di luar ruangan dan sinar matahari secara teratur.