Saran untuk orang tua yang memiliki anak obesitas: 1. Pastikan asupan yang cukup tiga kali sehari dan hentikan makan camilan lain di luar tiga kali makan; sesuaikan struktur makanan dan konsumsi nutrisi secara seimbang dan bervariasi, tanpa pilih-pilih makanan. Kurangi minyak, kurangi gula, dan perbanyak sayuran. Dalam tiga kali makan sehari, makanlah lebih banyak untuk sarapan dan lebih sedikit untuk makan malam. 2. Gunakan air putih sebagai pengganti minuman. Orang tua selalu merasa bahwa jus buah dan minuman susu lebih bergizi dan kaya rasa. Namun faktanya, kandungan nutrisi asli buah telah rusak setelah melalui beberapa proses pengolahan. Pada saat yang sama, lebih banyak gula ditambahkan ke dalam minuman untuk memuaskan hasrat akan rasa, dan tanpa sadar anak-anak mengonsumsi lebih banyak kalori. Beberapa orang tua membuat jus langsung dari buah, berpikir bahwa ini akan sehat dan dapat diandalkan. Faktanya, rata-rata anak mengonsumsi 1-2 buah sehari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya, tetapi dengan segelas jus jeruk yang membutuhkan setidaknya 5-6 buah jeruk, maka anak meminum energi dari 5-6 buah jeruk dan tanpa sadar telah mengonsumsi terlalu banyak. Di sisi lain, mengunyah makanan dengan hati-hati tidak hanya melatih fungsi mulut anak dan membuat makanan lebih mudah dicerna, tetapi juga memberi otak cukup waktu untuk menyampaikan pesan “makan cukup” untuk menghindari makan lebih banyak. 3 . Latihan fisik sesuai dengan kondisi fisik individu. Anak obesitas berat tidak cocok untuk olahraga berat, bisa memilih berenang, jalan cepat dalam waktu lama, menunggu berat badannya turun, lalu secara bertahap meningkatkan intensitas olahraga. Anak dengan obesitas ringan dan sedang dapat memilih aktivitas olahraga seluruh tubuh, seperti berenang, berbagai aktivitas bola, jogging, dan sebagainya. Jika anak belum terlalu atletis, kekuatan fisiknya lemah, sebaiknya mulai dari olahraga dengan intensitas rendah, beradaptasi dan kemudian ditingkatkan secara bertahap. 4. Orang tua memberi contoh dengan berhenti ngemil dan ngemil larut malam. Luangkan lebih banyak waktu untuk berkomunikasi dengan anak Anda dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di luar ruangan bersama anak Anda.