Secara klinis, sering terlihat bahwa pola makan yang tidak tepat dapat memperburuk penyakit hati pada pasien penyakit hati, dan bahkan munculnya perdarahan gastrointestinal, ensefalopati hepatik, dan komplikasi serius lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien penyakit hati untuk melakukan perawatan diet yang wajar. 1 . Semua pasien dengan penyakit hati harus menjauhkan diri dari mengonsumsi minuman beralkohol. 2, hepatitis akut: harus memasok protein tinggi, karbohidrat tinggi, lemak sedang (sekitar 10% hingga 20% dari total kalori), makanan ringan, mudah dicerna, lebih sedikit perut kembung. Tergantung pada kondisinya, beras semi-cair, beras lunak atau makanan umum dapat digunakan, dan multi-vitamin harus disediakan dalam makanan. 3 . Sirosis: protein tinggi, karbohidrat tinggi dan makanan yang mengandung vitamin yang cukup dan mudah dicerna harus disediakan. Pasien dengan asites atau edema harus diberikan diet rendah atau tanpa garam. Bila amonia darah tinggi, asupan protein harus dibatasi. Pasien dengan varises esofagus harus diberikan makanan cair atau lunak, dan makanan berserat kasar serta makanan yang mengandung taji tulang harus dilarang. Pasien dengan sirosis empedu harus diberikan diet rendah lemak dan rendah kolesterol. 4, ensefalopati hati: protein rendah, garam rendah, karbohidrat tinggi, residu vitamin tinggi, semi-cairan atau cairan harus diberikan. Jumlah asupan protein dalam makanan harus diputuskan berdasarkan kebijaksanaan. Jika amonia darah meningkat tanpa gejala neurologis, protein rendah dapat diberikan (sekitar 0,5 g per kg berat badan per hari); jika ada gejala neurologis, protein harus dilarang.