Pria ingin memiliki kehidupan seks yang berkualitas, selain waktu seks yang tahan lama dan keterampilan seks serta pengalaman seksual, tetapi juga harus memiliki sperma yang sehat, vitalitas sperma sampai batas tertentu menunjukkan tingkat kesehatan pria. Sperma seorang pria sangat penting, tidak hanya saat berhubungan seks, tetapi juga selama proses reproduksi. Para pria, jagalah sperma Anda dengan baik, hidup akan menjadi lebih baik. Satu, segera tinggalkan rokok. Pria yang merokok lebih dari sebungkus sehari, vitalitas spermanya selalu lebih lemah dari sperma non-perokok. Namun, setelah berhenti merokok, harus berhati-hati agar tidak cemas, karena dapat menyebabkan penurunan testosteron, yang menyebabkan penurunan sperma. Kedua, bangun di malam hari untuk buang air kecil merupakan kebiasaan yang baik, karena akan memberikan efek menguntungkan pada produksi sperma. Ketiga, buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin E dan berbagai elemen memiliki efek menangkal kuman perusak sperma. Oleh karena itu, makanan yang mengandung vitamin E dan elemen jejak harus dimakan secara berlimpah. Peningkatan 600 mg vitamin E per hari dapat meningkatkan vitalitas sperma. Temuan penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan seperti produk ikan dapat meningkatkan jumlah sperma hingga dua kali lipat. Mengenakan celana dalam katun lebar lebih baik daripada celana dalam nilon berbentuk “Y”, karena ini akan menjaga skrotum bebas dari gangguan dan membantu produksi sperma. Hindari mandi air panas. Jangan duduk dan mengemudi selama lebih dari 3 jam sehari, karena testis terlalu lama menempel pada tubuh, yang dapat meningkatkan suhu dan mempengaruhi produksi sperma. Kelima, jika Anda secara tidak sengaja tertular PMS, hal ini pasti akan berdampak buruk pada jumlah sperma. Jika Anda menemukan kelainan pada alat kelamin Anda, mintalah dokter untuk memeriksanya secara teratur. Keenam, rasa gugup dan marah adalah akar dari ratusan penyakit, termasuk melemahkan sperma, jadi penting untuk tetap berada dalam suasana hati yang bahagia secara teratur. Ketujuh, jika alat kelamin sering mengeluarkan darah, maka dapat meningkatkan suhu skrotum, yang dapat menyebabkan penurunan vitalitas sperma. Oleh karena itu, pantang dalam jangka waktu yang lama sebaiknya tidak dilakukan. viii. Obat-obatan untuk depresi, malaria, dan luka tertentu dapat mempengaruhi produksi sperma. Oleh karena itu, nasihat medis sebelumnya harus dicari ketika obat-obatan tersebut diperlukan. 9. Lari yang intens dapat mengurangi vitalitas sperma, jadi lari harus moderat dan tidak terlalu intens. Sepuluh, jangan beristirahat terlalu lama dan temukan sesuatu yang ringan atau berat untuk dilakukan. Jangan malas, tapi jangan juga melakukan pekerjaan fisik yang terlalu berat. Baik istirahat maupun pekerjaan fisik haruslah moderat.