Apa saja kesalahpahaman tentang pengobatan flu dan pilek?

  Dalam hal mengobati flu, banyak orang akan menggunakan metode bersahaja, seperti menutup keringat dan berolahraga. Sebagian dari metode ini diperkenalkan oleh orang lain, sementara yang lainnya diciptakan sendiri. Para pakar kedokteran menunjukkan bahwa metode ini, jika digunakan secara tidak tepat, bukan hanya tidak akan bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga memperburuk kondisi.  Pertama, banyak orang berpikir bahwa jika Anda sedang pilek atau flu, Anda akan baik-baik saja jika Anda berkeringat. Bila pasien takut dingin dan tidak berkeringat, biarkan pasien minum sup jahe panas dan tutupi tubuh dengan selimut sampai berkeringat banyak. Hal ini tidak serta merta meringankan kondisi, terutama ketika pasien berkeringat secara berlebihan, yang dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan dapat memperburuk kondisi atau menyebabkan komplikasi lain karena ketidakseimbangan elektrolit.  Banyak orang suka menggunakan “terapi olahraga” untuk mengobati pilek. Terutama beberapa anak muda, begitu mereka masuk angin, mereka akan dengan sengaja melakukan beberapa pekerjaan fisik, atau pergi ke lapangan olahraga untuk berlari beberapa putaran, bermain bola basket dan sebagainya. Praktek ini sering kontraproduktif, hanya meningkatkan jumlah latihan akan meningkatkan aktivitas fisik, sehingga kemampuan tubuh untuk melawan penyakit berkurang, dapat menyebabkan kejengkelan penyakit.  Ketiga, minum obat segera setelah Anda terserang flu. Banyak orang mencoba minum obat segera setelah mereka terserang flu. Bahkan, tubuh sendiri memiliki kemampuan untuk menyembuhkan flu secara alami. Bersin, batuk, pilek dan demam tinggi dapat mengusir kuman keluar dari tubuh dan melemahkan daya rusaknya. Minum obat dalam waktu yang lama dapat menyebabkan resistensi dan mengurangi efektivitas obat.  Keempat, berbagai obat dimakan bersama-sama. Banyak orang yang menderita flu ingin membuat kondisinya membaik sesegera mungkin, sering kali mengonsumsi berbagai obat pada saat yang sama untuk pengobatan, karena berpikir bahwa semakin banyak obat semakin baik kemanjurannya. Faktanya, ini adalah pendekatan yang salah, karena beberapa obat yang diminum pada saat yang sama akan mengimbangi potensi satu sama lain, dan dalam kasus yang serius, bahkan dapat menghasilkan efek samping yang beracun.