Perbandingan prognosis fungsional antara skoliosis bedah dan non-bedah Latar Belakang: Sebagian besar penelitian saat ini tentang skoliosis pada DMD berfokus pada indikator teknis dan pencitraan, namun, status fungsional merupakan faktor yang lebih penting dalam menentukan strategi pengobatan untuk DMD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan prognosis dalam hal fungsi paru, prognosis pencitraan dan pemulihan fungsional antara perawatan bedah dan non-bedah pada pasien dengan skoliosis DMD dengan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. METODE: Dalam penelitian ini, 66 pasien dengan skoliosis DMD (40 pasien yang diobati dengan pembedahan dan 26 pasien yang tidak diobati dengan pembedahan) ditindaklanjuti selama minimal 2 tahun. Spirometri aktivitas, parameter pencitraan (sudut Cobb, kifosis dan kemiringan panggul) dan status fungsional (dengan skala Rancho yang dimodifikasi, pengukuran kekuatan otot tanpa bantuan) diukur sebelum operasi dan pada titik akhir tindak lanjut, masing-masing, menurut perbandingan skala Rancho yang dimodifikasi dan pengukuran kekuatan otot dengan bantuan. Selain itu, Kuesioner Penilaian Tulang Belakang Myotonik digunakan pada titik akhir tindak lanjut. HASIL: Pada penilaian awal (sebelum operasi), tidak ada perbedaan antara kedua kelompok dalam hal fungsi paru-paru, skor fungsional dan parameter pencitraan (kecuali kelengkungan tulang belakang anterior). Pada titik akhir tindak lanjut, pasien dalam kelompok bedah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam parameter pencitraan dibandingkan dengan pasien non-bedah. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam skor rata-rata (dan deviasi standar) untuk pengukuran kekuatan otot tanpa bantuan antara kelompok bedah dan non-bedah. Juga tidak ada perbedaan antara kedua kelompok dalam hal skor pada skala Rancho yang dimodifikasi. Rata-rata skor MDSQ (Myotonic Dystrophy Spine Assessment Questionnaire) lebih tinggi pada kelompok bedah dibandingkan dengan kelompok non-bedah. Spirometri aktivitas menurun pada kedua kelompok, tetapi pada tingkat yang jauh lebih lambat pada kelompok bedah (268 ± 361 ml) dibandingkan dengan kelompok non-bedah (536 ± 323 ml) (p = 0,035). KESIMPULAN: Perawatan bedah pada pasien dengan skoliosis DMD secara signifikan meningkatkan prognosis fungsional pasien dan memperlambat laju penurunan kapasitas paru-paru.