Biasanya penderita diare dapat mengkonsumsi vitamin C secukupnya. Penyebab utama diare adalah infeksi usus, pola makan yang tidak tepat, disfungsi gastrointestinal karena dingin, dan gangguan pencernaan, sedangkan vitamin C dibentuk oleh antibodi dan kolagen, yang dapat menjaga fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan konstitusi pasien untuk melawan infeksi dan meredakan diare. Vitamin C dari sumber makanan banyak ditemukan pada sayuran dan buah-buahan segar, seperti pare, tomat, jeruk dan persik. Ketika makanan kaya vitamin C dikonsumsi, vitamin C di dalamnya umumnya diserap di duodenum dan jejunum bagian atas, sejumlah kecil diserap oleh selaput lendir di perut dan mulut, dan vitamin C yang tidak terserap disalurkan langsung ke usus besar. Suplemen vitamin C dalam jumlah sedang dapat mengaktifkan bakteri yang ada di saluran usus dengan efek yang efektif dan menyesuaikan fungsi usus dan lambung, yang pada gilirannya dapat secara efektif meredakan gejala diare dan mencegah kejengkelannya. Namun, harus berhati-hati untuk tidak mengkonsumsi terlalu banyak, agar tidak menambah beban pada saluran pencernaan dan memperparah diare. Selain itu, tidak peduli berapa banyak vitamin C yang dikonsumsi, penyerapan usus yang efektif tidak akan berubah tergantung pada jumlah total yang dikonsumsi, dan setiap kelebihan vitamin C akan diuraikan oleh mikroorganisme dalam usus untuk membentuk zat gas. Ketika ada terlalu banyak gas di rongga perut, tidak hanya tidak akan meredakan diare, tetapi juga kembung akan terjadi, memperburuk ketidaknyamanan pasien.