Apa saja penyebab retensi urin?

Penyebab utama retensi urin meliputi obstruksi uretra dan berkurangnya fungsi otot detrusor. Retensi urin adalah ketika kandung kemih terisi dengan urin dan tidak dapat keluar dengan sendirinya. Obstruksi uretra terutama meliputi pembesaran prostat, yang disebabkan oleh cedera uretra, penyempitan uretra, dan juga dapat disebabkan oleh tumor kandung kemih atau batu kandung kemih. Penurunan fungsional adalah kesulitan buang air kecil dan retensi urin yang terjadi seiring bertambahnya usia, atau dengan berkurangnya fungsi otot detrusor akibat trauma tulang belakang dan kontraksi kandung kemih yang lemah. Kandung kemih neurogenik yang disebabkan oleh penderita diabetes juga merupakan penyebab retensi urin dan perlu dibedakan dari kondisi seperti pembesaran prostat. Retensi urin dapat berbahaya dan dapat menyebabkan pecahnya kandung kemih atau hidronefrosis, yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan masih sangat berbahaya bagi pasien. Retensi urin sering diobati dengan kateterisasi, yaitu pemasangan kateter urin. Selain itu, retensi urin akut tidak dapat diobati dengan memasukkan terlalu banyak urin sekaligus, karena hal ini dapat menyebabkan hipotensi dan menyebabkan syok, dan harus dikeluarkan secara teratur. Secara ringkas, penyebab utama retensi urin adalah obstruksi uretra dan berkurangnya fungsi otot detrusor. Dalam praktik klinis, kateterisasi atau sistostomi yang cepat diperlukan jika terjadi retensi urin untuk mengatasi retensi urin terlebih dahulu, kemudian menentukan penyebabnya dan mengobati penyebabnya.